Pseudo-Treffen

Pseudo-Treffen

  • WpView
    LECTURES 31
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., déc. 5, 2020
Nayara Ranatasya putri tunggal dalam keluarganya, memiliki seorang papa yang sangat menyayangi, mencintai, dan selalu menjaganya. Dilimpahi kasih sayang oleh semua anggota keluarganya. Nayara ibaratkan sebuah permata berharga yang mesti dijaga dengan baik. Mesti begitu Nayara masih merasa kurang, dia menginginkan 'kakak' dalam hidupnya yang akan selalu jadi sandarannya, pelindungnya, teman ceritanya selain papa.
Tous Droits Réservés
#4
lilsister
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Fragmen
  • Angkasa Membenci Hujan (Masih Lengkap-END)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • ALGA WIJAYA (Revisi)
  • TIME TO LEAVE [TAMAT] ✔️
  • Evans life at School
  • Di Persimpangan Hati Dan Takdir
  • pewaris yang terlupakan
  • Journey to the dream
Fragmen

Fragmen potongan kecil dari sesuatu yang pernah utuh, serpihan kenangan yang berserakan, menyisakan jejak samar dalam ingatan. Bagi Rayyan, hidupnya adalah kumpulan fragmen yang tercerai-berai. Masa lalu yang pahit, cinta yang kandas, dan harapan yang nyaris pupus. Dulu, ada Nadia. Ada tawa yang mengisi sunyi, ada percakapan yang menyalakan semesta kecil di antara mereka. Tapi kini, Nadia hanya menjadi bayangan dalam kepalanya. Wajah yang perlahan pudar di balik debu waktu, suara yang semakin samar di tengah riuh dunia. Perpisahan itu bukan sekadar kehilangan seseorang, tapi juga kehilangan arah. Di titik nol, Rayyan memilih bertahan. Ia merangkai ulang kepingan hidupnya, Hingga akhirnya, sebuah kesempatan besar datang, menggiringnya pada sebuah pilihan. Tetap terjebak dalam fragmen yang menyakitkan atau melangkah menuju sesuatu yang lebih utuh. Tapi bisakah seseorang benar-benar lepas dari fragmen masa lalu? Ataukah kenangan yang berserakan itu akan selalu menjadi bagian dari dirinya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu