Aku mengira cerita ini berjalan lebih banyak tentang Rae, namun tertuju pada pemuda yang aku temui di acara ulang tahun teman Awkan ternyata ia juga temannya. Seorang pemuda yang langsung mengajakku membuat harapan untuk hari esok. Yang pernah berjanji untuk jadi tempatku pulang padahal seharusnya ia tidak pernah mengatakan itu. Aku selalu benci dengan kalimat rumah. Apa yang harus ku harapkan dari rumah yang di maksud adalah seseorang? Rae pernah bilang, jangan pernah jadiin manusia itu rumah sekalipun itu dirinya, karena manusia itu dinamis sementara rumah itu harus statis.
Namun saat pemuda itu mengatakan kalau ia bisa, aku jadi melupakan kalau dirinya bisa berubah kapan saja.
Setiap orang tua punya cara sendiri untuk menorehkan luka pada anak mereka.
Seperti Rayanka dirgantara, anak kecil yang sudah sangat di benci oleh ayah kandungnya sendiri, bertahun tahun hidup dengan sebuah tanda tanya akan alasan kebencian ayahnya.
Sang ayah pergi dari rumah di susul dengan ibunya yang juga ikut pergi meninggalkan Rayanka sendirian.
Anak itu terpaksa bekerja, mencari uang sendiri untuk kehidupan sehari-hari bahkan sekolahnya. Jadi anak pendiam dan sangat tertutup adalah sifat remaja anak itu.
"Ka, mama akan duduk paling depan kalau Rayanka baca sumpah dokter nanti."
Salah satu kata yang terus Rayanka khawatirkan kebenarannya. Ya, setelah sang ibu pergi, rasanya semangat hidup Rayanka hancur seketika. Apakah ia masih bisa melanjutkan hidup tanpa sosok penerang itu?
Sampai.. seorang gadis datang dalam kehidupannya, Aylana launa. Seorang gadis lembut dengan banyak luka. Seorang gadis yang langsung menyita seluruh hati Rayanka.
Mereka berjanji untuk terus bersama sampai gelar dokter benar benar ada di depan nama mereka berdua.
Namun... Ada sebuah peristiwa dan kebenaran yang bahkan tidak terpikir oleh akal sehat lelaki itu yang membuat semangat hidupnya tumbang untuk yang kesekian kalinya..
Apakah itu? Silahkan baca dalam cerita berikut ini