365 days (finding love)

365 days (finding love)

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang siswi yang putus asa berdiri di depan patung dewa, memohon atas ketidakberuntungannya selama hidup. Tidak pernah merasakan cinta. "Aku mohon, berikan aku keajaiban." Dengan memejamkan mata dan kerutan serius di wajahnya, mungkin dewa akan mengabulkan pemohonannya. Keseriusannya tidak berlangsung lama setelah angin membawa koran mendepak wajahnya. Di hari yang damai, secara tiba-tiba angin kencang, adalah jawaban dewa, permohonan direstui.
All Rights Reserved
#5
365
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (END)The Gentle Death God Laughs Above the Cherry-Blossom Sky.
  • SIHIR ✓
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • The Darkness After Make A Wish
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • (TAMAT)(18+) KEMBANG DESA
  • MEREKA DI SINI [TAMAT]
  • Fate Ruled By A God [COMPLETED]
  • (TAMAT)(18+) ARINA si penata rias

Judul : Dewa Kematian yang Lembut Membohongi Anda/ 桜 色 に 染 ま る 空 の 向 こ う で 優 し い 死神 は 笑 う Mahiro telah keluar masuk rumah sakit sepanjang hidupnya karena penyakit jantungnya yang parah. Suatu malam, dia membuka matanya saat dia merasakan angin sepoi-sepoi bertiup ke kamarnya. Berdiri di samping tempat tidurnya, pemuda dengan tudung ditarik melewati matanya * memperkenalkan dirinya sebagai Dewa Kematian. Dia berkata, "Aku datang untuk mengambil jiwamu." Mahiro, yang diberi tahu bahwa dia akan mati dalam 30 hari, dengan riang bertanya kepadanya, "Sampai hari itu, maukah kamu menjadi mitra percakapan saya dan menemani saya?" Selama ini Mahiro sendirian di rumah sakit. Menghabiskan waktu dengan Dewa Kematian, hidupnya secara bertahap menjadi lebih menyenangkan. Tapi hari yang menentukan itu segera mendekat. Hari demi hari, detak jantungnya semakin lemah. Suaranya menjadi serak. Melihat Mahiro seperti ini, yang dilakukan Dewa Kematian adalah- "Hei, Tuan Kematian." "Apa?" "Jangan tinggalkan aku." "Saya tidak akan. Aku akan berada di sisimu sampai saat-saat terakhirmu. " Kisah cinta pahit manis antara Dewa Kematian dan seorang gadis yang menunggu kematiannya, tidak pernah ditakdirkan. karya : Mochizuki Kurage/ 望月 く ら げ RAW : https://kakuyomu.jp/works/1177354054887370254

More details
WpActionLinkContent Guidelines