Ini ketika kamu dan aku menyimpan rasa yang sama tapi masih berpikir ini hanya rasa sepihak saja, dan kita tau jika kita memulai untuk menyapa duluan itu akan menyenangkan, tapi apalah daya ego masing-masing yang membuat kita saling menutup dan enggan untuk menyatakan, kita melangkah dengan alunan langkah kaki yang serentak, dan bergandengan tangan yang erat, memampang senyum yang sama-sama tulus dengan tatapan yang penuh arti bersama, semua orang tau itu, tapi hanya saja hati kita nakal untuk mengakui perasaan yang aneh itu bersama
Kita hanya bisa melihat dan menebak-nebak alur kehidupan yang kita jalani, apakah rasa ini sama atau tidak, dan jika ternyata perasaan itu sama bagaimana dengan akhirnya, apakah berakhir menyenangkan atau sebaliknya
Hmm semua ini terkadang terlihat mudah-mudah saja tapi jika benar-benar dijalani percayalah ini sangat rumit dan sangat rumit sekali, terkadang ketidak percayaan satu sama lain membuat kita kecewa dan bisa mengubah perkataan awal dan pergi membawa perasaan yang masih sama seperti pertama mengungkapkannya, itulah ego yang sedang kita miliki bersama saat ini, aku harap jalan cerita akan berlalu dengan baik dan berujung dengan baik pula.
nyatanya, semua itu hanya omong kosong.
janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku.
tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu.
kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda.
tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu.
****
Cover by : hunyoel