ZEA
  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 14, 2021
Zeanne aurellia. Gadis berambut sebahu menatap nasib nya ia terkekeh kecil kenapa hidup nya sangat miris? Andai diri nya tidak ada di dunia mungkin ia tidak dapat takdir yang miris ini. Tapi bagaimana seorang gavin bisa meluluhkan hati zea?Peduli dan sayang? Kenyataan nya di balik semua itu adalah tantangan dari teman teman nya. Apakah zea sanggup melewati ini semua? akankah zea sanggup menerima kenyataan bahwa diri nya memang sendiri? atau tidak? Cover by : @risChyaaaa
All Rights Reserved
#158
fisikremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Tentang Zeeya
  • ESCOGER : Memilih [COMPLETED]✔️
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • ARKAN
  • Kamu & Tugas Dari Semesta [SUDAH TERBIT]
  • Brilian (Selesai)
  • Terkunci Dalam Takdir
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • ARGA [Completed]
  • Rasa dan Harapan

Bukan tentang senja yang terlupa, melainkan tentang fajar yang memberi kita rasa. Suatu hari, adakalanya kita menemui kesulitan. Dan hari berikutnya, akan merasakan pencapaian yang luar biasa. Lalu suatu hari, akan jatuh lagi dan merasa tertekan. Lalu kamu menghela napas, berpikir tidak bisa menanganinya lagi. tapi kemudian, kamu melihat sesuatu yang lucu dan tertawa. Kamu makan sesuatu yang enak dan rasanya lezat. Dan kamu merasa senang saat melihat seseorang yang kamu sukai. Kurasa ini adalah sebagian dari hidup, bukan? tapi begini, semua suka dan duka ini terkadang sangat melelahkan. Semua ini menjadi sangat melelahkan, tapi meskipun demikian, hidup masih berlanjut, waktu tak berhenti. Angin masih berhembus menerpa dedaunan hingga gugur, air masih mengalir ke tempat yang ia tuju. Cerita itu tidak memiliki akhir, karena semua akhir adalah awal yang baru, Cerita ini tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Kita terpaku diantara tiga fase itu. Dan pada akhirnya pun semua orang akan pergi, meskipun sudah kita genggam erat sepenuh hati. . . . . Catatan dari Zeeya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines