Unconscious destiny

Unconscious destiny

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
Jika suatu keadaan yang mengharuskan hal yang seharusnya tak terjadi, apakah bisa dikatakan takdir. Hyunji dan Namjoon hanya bisa melakukan dan menerima itu semua karena sebuah keadaan yang mendesak nya. "Apakah dengan cara ini aku bisa mendapatkan hak asuh Gyeoul? ". - Min Hyunji "Apakah dengan cara ini aku bisa mendapatkan ijin dari appa untuk menjadi seorang produser musik?".- Lim Namjoon. Mungkin bakalan slow update. Selamat membaca:)
All Rights Reserved
#144
knj
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kang Younghyun : Finale (Young K DAY6) [Completed]
  • Married With Ex-Idol
  • SCANDAL||MYG
  • UNCOVER (JINKOOK) END
  • FOREVER || myg x y/n (END)
  •  She is Back [Completed]
  • Our Fate ✔
  • PALETTE✔
  • LIGHT [√]

Bekerja sebagai penyiar radio membuat Brian banyak dikenali orang-orang, bahkan sosial medianya dipenuhi oleh beberapa penggemarnya yang terus-menerus memberikan pujian untuknya. Selain karena tampan, dia pun memiliki suara yang indah ketika bernyanyi. Mustahil jika pria tampan seperti Brian tak memiliki seorang kekasih, tentu saja dia sudah mempunyai satu nama yang membuat hari-harinya semangat dalam bekerja, yaitu Ara. Disisi lain, ada hati yang harus terluka karena menerima kenyataan kalau Brian telah menjadi milik seseorang. Ayana Kim. Rekan kerja Brian, salah satu staff Enam hari radio. Dia-lah saksi bisu ketika Brian tengah menyiar di radio, selain menjadi rekan kerja yang baik untuk Brian, dia pun lumayan dekat dengan Ara dan sering bertukar cerita meskipun topiknya hanya berputar pada Brian. Hingga tiba saatnya Ayana dibuat dilema, antara ingin memperjuangkan Brian atau melepaskan Brian untuk Ara. Dia tahu, kalau perasaannya pada Brian ini salah, tapi dia tak bisa melakukan apa-apa karena hati tak bisa memilih untuk jatuh pada siapa. "Ayana, ini ada bekal. Mau makan berdua sama aku, enggak?" tawar Brian. "Bo-boleh?" gugup Ayana. Brian terkekeh pelan lalu berucap, "Boleh dong, Ara yang masak dan suruh aku buat makan siang sama kamu." *** Cover by tiadesign_

More details
WpActionLinkContent Guidelines