TU'EY
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dua pria memiliki faras yang sama tengah bertengkar ditengah lapangan sekolah. Mereka menjadi pusat perhatian, dua wajah itu sudah babak belur. Darah mengalir dari hidung salah satu dari mereka. Tidak ada yang berani memisahkan mereka, beberapa temannya berusaha membantu namun malah mereka yang terkena pukul. Semua orang sudah berkerumun bahkan sampai kelantai atas. Keduanya sudah terkulai lemas, namun masih saja saling melawan. Sampai pada akhirnya, seorang gadis berlari dan mengahadang mereka. Tangan dan kakinya bergetar menahan takut, dia berbalik beberapa kali untuk menahan diantara mereka yang terus ingin memukul. "Be-berhenti oke?!" Ucap gadis itu. Keduanya terus maju hingga mengapit si gadis, mereka tidak menghiraukan keberadaan gadis yang sudah gemetaran hebat itu. Namun, beberapa detik setelah keduanya saling bertatapan salah satu dari mereka tumbang dan dengan sigap si gadis itu menangkapnya. "E-eh, a-anu.." Kata Gadis tersebut terbata. Dan setelah lama menahan tubuhnya agar tidak tumbang, pria satunya sudah terlentang lemas ditanah. Dengan rasa panik gadis yang menahan pria yang tumbang pertama melepaskan tangannya dari pria tersebut sampai terjatuh. Disinilah kisah cinta akan dimulai.
All Rights Reserved
#140
iceboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • BAD TWINS [Selesai]
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • BIRU UNTUK AKSARA [New Version]
  • ECHOES OF THE TWINS
  • diary blue
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • ALGARA & ALTARA [End]✓

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines