BLANC
  • WpView
    Прочтений 104
  • WpVote
    Голосов 15
  • WpPart
    Частей 2
WpMetadataReadДля взрослыхВ процессе
WpMetadataNoticeLast published пнд, дек. 7, 2020
"Aku merasa tidak memiliki alasan untuk terus hidup." Noir merasa puas dengan jawabannya. Memang apa yang dikatakan Noir itu benar adanya. Setidaknya, itulah yang selama ini dipercayainya. Semenjak terjadinya kejadian yang mengerikan menimpa dirinya, selama satu tahun lebih Noir hanya memikirkan kematian. p.s : Percayalah, cerita ini memang cerita dewasa.
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Past life Casper
  • Destiny Of Love𓊈COMPLETED𓊉
  • Where am I?
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • True Life, True Love ☘︎ (𝐶𝑜𝑚𝑝𝑙𝑖𝑡𝑒𝑑)
  • Kumpulan Cerita Pendek
  • Duo Berandal yang Terculik✔
  • ZAGA II: Fractured Obsession (HIATUS)
  • Mantra Penghancur Moral

Sedari kecil tidak mengenal seorang ayah, membuat Casper terus mencari tahu tentang sang ayah. Di umur yang ke-9 tahun, neneknya yang selama ini memang tidak menyukainya, menjualnya pada orang asing. Di perpisahan mereka, neneknya hanya berkata bahwa ayahnya masih hidup. Seseorang yang ia pikir sudah mati, ternyata masih hidup. Itu sangat mengejutkan. 5 tahun setelah ia mengerti bahwa ia telah dibuang dan memang tak diinginkan, anak itu kabur dari sebuah organisasi berbahaya yang selama ini menjadi wadahnya untuk bertahan hidup. Ia keluar dari organisasi itu untuk mencari sang ayah, berharap bersama sang ayah hidupnya akan menjadi lebih baik seperti mimpinya. Namun, setelah berhasil menemui sang ayah, hidupnya langsung berubah signifikan. Aturan-aturan yang menjerat ternyata tak lebih baik dari sewaktu masih menjadi anggota kriminal. Sampai pada akhirnya, ia sadar, ia hanyalah seonggok manusia yang tak diinginkan oleh siapapun. Kegelapan kembali menguasai ketika ia mengetahui segala rahasia yang melukainya. "Kalau ayah tau, selama ini aku bermimpi kalau hidup sama ayah bisa buat aku punya kehidupan yang normal. Ternyata nggak ya." Casper tertunduk di atas tanah dengan posisi kedua tangan terikat di belakang. Sementara Charles, pria itu menatap Casper dengan pandangan datar. Ia tak munafik untuk tak mengakui bahwa hatinya terasa nyeri ketika mendengarnya. Namun, ia segera menepis perasaan itu. Jari yang menodongkan pistol pada anak itu semakin mengerat. "Ada pesan terakhir, Casper?" "Aku benci ayah." Charles tersenyum miring. Dorr! Cover by pinterest

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту