ISTRI SATU MILYAR

ISTRI SATU MILYAR

  • WpView
    Reads 1,238
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 3, 2021
Brian terpuruk setelah kematian Kanaya. Rasa cintanya tidak sama sekali memudar walau usia sudah tidak lagi muda. 37 Tahun. Usia matang seorang seharusnya membina rumah tangga namun tidak untuk Brian sendiri. Berbagai usaha telah Amanda lakukan namun usahanya sia-sia belaka. Hingga sebuah fakta mengencangkan membuat jantungnya terhenti. *** "Aku mencintaimu. Apa kau tahu itu, ha?" "Aku tahu itu, Tuan. Aku tahu!" Silahkan baca seri ISTRI SATU MILYAR SEASON PERTAMA DI AKUN KBM APPS-KU. Faeya Lee
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • The Flow of My Life [END]
  • Caramel ✔
  • SEPARATED BROTHER [END]
  • A Twist Of Fate
  • Sangkar si Biru [On Going]
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • Sakha Sania (End)
  • LANGIT BIRU

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines