BENING

BENING

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 7, 2021
*FOLLOW JANGAN LUPA YA GUYS* Ini kisah seorang gadis yang hidupnya gak sebening namanya. Bening Anara. Gadis biasa yang harus bekerja keras untuk dapat sekolah dan membiayai kebutuhan sehari-harinya. Hingga suatu ketika, dia bertemu lelaki yang tergeletak di pinggir jalan. Tanpa basa-basi, Bening segera menghampiri lelaki tersebut dan kemudian mengecek keadaan lelaki itu. Pingsan. Itu kata yang tepat untuk lelaki yang tergeletak di pinggir jalan itu. Bening menolong lelaki tersebut dan tanpa siapapun tahu bahwa itu awal dari kebahagiaanya juga kesengsaraannya. . Gimana lanjutan kisahnya? Baca aja ya:) . cover : Pinterest salam author
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • UNTUK ATROSKA (END)
  • Alreenzy [END]
  • Jiwa Yang Berbeda ? (End)
  • Kita? [On Going]
  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • ATARICK [OFF]
  • Bara [REVISI]
  • Luka via

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines