tentang perasaan

tentang perasaan

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 3, 2021
drttt drttt drttt waktu menunjukkan pukul 9 pagi. Sesosok wanita yang masih bergelut dengan mimpi nya. ya dia wanita tomboy, tidak feminim seperti wanita yang lainnya, dan satu lagi yang bikin dia tertarik, dia apa adanya. " hmmm...huwaaaa " "HAH !!! UDAH JAM SEGINI" " YA AMPUN TELAT DEH GUE " Ya dia Keira wanita dengan segala tingkah nya yang konyol, dengan kecerobohan nya. Dia selalu dan hampir setiap hari bangun telat seperti ini. " Bunda Al berangkat dulu ya, nanti pulang kuliah Al ada main, jadi mungkin agak telat baliknya " ALBERN dia lelaki cool tapi lembut aslinya dan dia jadi inceran semua kuliahan nya karena ketampanannya dan karisma nya. " Iya sayang kamu hati - hati ya " kata almira bunda nya Al. Al pun langsung pergi meninggalkan bunda nya di dapur.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • cewek cupu
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Perfect You, Imperfect Me
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • AIRA [On Going]
  • Kosan Malapetaka

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines