SAFIRA & BARA [SELESAI✔]

SAFIRA & BARA [SELESAI✔]

  • WpView
    Reads 288
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 25, 2021
"nama lo bara? kok sama kaya nama cowo yang sering gua jadiin bahan haluan sih?! FIX INI MAH LO JODOH GUE"-ucap safira girang lalu menarik bara dengan cepat membuat bara terkejut dan juga menatap aneh ke arah safira. "gue mau lo bawa kemana anjing"-ucap bara kesal sambil menarik kasar tangannya yang sedang ditarik safira. "mau ke KUA lah, mending langsung nikah dari pada ditunda tunda lagian kan kita emang udah ditakdirkan berjodoh"-ucap safira membuat bara mengangguk lalu menarik tangan safira untuk mengikutinya membuat safira sangat senang karna ia akan langsung menikah dengan pria ini. "lo mau bawa gua ke KUA? YES AKHIRNYA GUA NIKAH MUDA"-teriak safira senang tanpa melihat keadaan sekitar yang sedang memandang aneh dirinya. "gua bukan mau bawa lo ke KUA, ada tempat lebih bagus dan cocok buat lo"-ucap bara sambil terus berjalan. "oh lo mau nikah di gedung? jadi lo udah siapin semuanya? aduh terhura banget gue"-ucap safita sambil terus tersenyum dengan lebar. "gue mau bawa lo ke RSJ, tenang aja disana adem kok ada ac nya"-ucap bara datar membuat safira merubah mimik wajahnya seketika lalu menatap horor ke arah bara. --------- sebenarnya kisah cinta mereka berdua adalah kisah cinta yang tidak disengaja atau kisah cinta yang sudah direncanakan oleh tuhan? pada akhirnya sudut pandang kalian lah yang menentukannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • tentang sebuah rasa
  • Cukup Mengagumimu [SELESAI]
  • Regards, Natashira (END)
  • Padam Nelangsa
  • Safa
  •  ALZERA (On Going)
  • DIKANESHA

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines