Sebening Embun

Sebening Embun

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 29, 2021
Aku termenung di antara sajak yang beruntun Menyelimuti khayal yang tak terbendung Inginku menepi, inginku mengikhlasi Tapi hati tak bisa di ajak berdiskusi Lama akal ini menghampiri Tapi aku belum bisa menguasai diri Aku kalah, aku patah Rasanya aku sudah tidak punya celah untuk berbenah Lagi lagi akal menghampiri Memusnahkan segala hal yang tak berarah Aku tergugah, aku merintih Menyaksikan tubuh tak berfatwah Bibirku kelu Menyaksikan kau berlalu kala itu Duniaku seakan runtuh Menyaksikan kau dengannya telah menjadi satu Akal kembali menghampiri Menyadari bahwa ini adalah takdir ilahi yang harus aku imani.
All Rights Reserved
#860
cool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • Aisyah(TAHAP REVISI)
  • Destiny.
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Jangan pergi (End)
  • After My Prayed
  • Terima kasih Ravindra
  • TIANNE (My Happiness Is In You) (✓)
  • Coretan Kata Tanpa Rasa

Memandang dunia itu sebenarnya menyenangkan bila tak tau apa yang ada di dalamnya.. Berharap kebahagiaan akan terpancar disana Berharap semua akan baik baik saja Berharap dunia akan berperilaku baik Itu pandangan ku, seorang AMANDA KEYLI AUREL, Gadis yang tak segan kembali kemasa lalu hanya karena kerinduan yang terus menghantui ku. aku ingin membuka lembaran baru dalam hidupku, namun seakan masa lalu itu enggan pergi dari hidup ini. Aku berpikir akan baik saja dengan menjalani ini semua, berharap masa lalu itu akan musnah dengan sendirinya ketika aku kembali ke tanah kelahiran ku, berharap mama akan memandang ku lagi, berharap kakak ku akan memeluk ku lagi, dan berharap dia akan sama seperti dulu... Namun itu hanya sebuah harapan, kau tau apa yang kita harapkan dari sebuah Kata 'HARAPAN'. Karena diri sendiri lah yang mengharapkannya, diri sendiri lah yanng membentuknya. Harapan ku seakan terbelenggu di dalam kabut abu abu, kadang hilang di bawa angin, dan terkadang jatuh kejurang yang dalam. Dan apa yang harus aku harapkan dari makhluk tuhan yang berwujud Manusia.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines