Story cover for NEVER COME BACK by ViaKim5
NEVER COME BACK
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 23
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 23
Ongoing, First published Nov 30, 2020
Pernahkah kau merasa nyaman berada di tempat yang asing?
Bukan berarti keadaannya aman, namun nyaman. Seolah kau sedang berada di rumah. Atau bahkan tempat itu lebih nyaman dari pada rumahmu sendiri?

Keyra terjebak di dalam dimensi yang membingungkan. Namun terlalu lama berada di sana justru membuatnya tidak ingin pulang. Ia ingin tinggal di sana lebih lama, atau selama-lamanya. Bahkan monster yang mengancam nyawanyapun tak berhasil membuatnya takut. Dan perang yang disebut-sebut sebagai perang dunia 2 pun tak kunjung membuatnya gentar.

Apa yang membuatnya bertahan di sana dan menahannya untuk tetap tinggal? Cinta?
Bodohkah dirinya jika memilih sesuatu yang tak abadi bernama 'cinta'?
Sudahlah, biarkan takdir yang akan menentukan hasilnya.
All Rights Reserved
Sign up to add NEVER COME BACK to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Fantasi Moralitas cover
RELUCTANTLY YOURS  cover
 DISTANCE OF LONGING [ END ] cover
Setelah Perpisahan cover
Simpang Rasa cover
Versions of Me: The Aldebaran Files cover
GALAXY : Choice Of World (END) cover
mistake or destiny? cover
Till I Meet You cover

Fantasi Moralitas

10 parts Ongoing Mature

Dunia berubah. Layaknya novel maupun komik fantasi, sebuah gerbang menuju dimensi lain tiba-tiba terbuka. Monster meluap layaknya banjir, orang-orang berlarian tidak berdaya, dan kota terbakar dalam satu malam. Pada saat bersamaan, beberapa individu mendapatkan kekuatan ajaib yang bisa digunakan untuk melawan balik. Menembakkan api dari tangan, kekuatan fisik super, memunculkan cahaya yang dapat menyembuhkan luka, dan hal fantasi lainnya. Dunia dipaksa berubah dalam waktu yang sangat singkat. Namun, sayangnya moralitas manusia sama sekali tidak berubah. Kejadian besar itu malah menjadi pemicu kemunduran pesat, melahirkan kesenjangan yang semakin lebar. Memperjelas garis sosial layaknya jurang raksasa.