BISMILLAHIROHMANIRROHIIM
Dengan suka cita. Apa kabar kalian yang mungkin sedang berduka, karena cinta, harta, atau tahta. Jangan di buang, emosi dan perasaan itu butuh pelukan. Ada kala kamu harus lebih berterimakasih pada rasa sakit. Untuk menghargai rasa baik baik saja.
"SECANGKIR RINDU di BARA MENTARI" Judul untuk memulai segala kisah yang tersaji tidak dalam bentuk cerita. Namun dengan rangkaian kata yang diusahakan menarik untuk membuatmu tertarik. Beserta harapan dengan membaca, fikiran mu bisa menceritakan isi cerita ini dalam benakmu.
Lagi lagi, mungkin ini adalah novel curhat. Curhatan untuk semua orang yang pernah menjadi "AKU" dalam cerita ini. Sebuah tulisan yang dimulai tanggal 23 Desember 2020. Setiap katanya adalah setiap isi hati yang tercurah. Jika kamu sedang rebahan saja, atau sedang berkumpul bersama sahabat. Melalui ini, aku ingin bergabung. Menjadi objek matamu, dan khayal fikirmu.
Jika memang patah hati adalah kesedihan. Jujurlah kepada keadaan bahwa memang sedang sedih. Terkadang yang butuh perayaan tidak hanya kebahagiaan. Namun kesedihan juga. Bedanya. Di perayaan kesedihan. Kamu tak perlu menikmati apapun tentang kesedihanmu. Cukup ingat, dan selamat melangkah dituntun kesedihan. Atau menuju meja makan. Semoga nasi dan lauk pauk ada menemani, agar sepi, tak terlalu selalu benar. Dirimu adalah ramai, hanya saja terlalu egois.
Berharap semoga ada komentar yang tertinggal sebagai jejak bahwa anda pernah membuat ku senang karena membaca
.
SELAMAT MEMBACA, MENYELAMLAH JIKA BASAH.
SELAMAT MEMBACA, MENEPILAH JIKA TAK BASAH.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang