SECANGKIR RINDU di BARA MENTARI

SECANGKIR RINDU di BARA MENTARI

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 5, 2022
BISMILLAHIROHMANIRROHIIM Dengan suka cita. Apa kabar kalian yang mungkin sedang berduka, karena cinta, harta, atau tahta. Jangan di buang, emosi dan perasaan itu butuh pelukan. Ada kala kamu harus lebih berterimakasih pada rasa sakit. Untuk menghargai rasa baik baik saja. "SECANGKIR RINDU di BARA MENTARI" Judul untuk memulai segala kisah yang tersaji tidak dalam bentuk cerita. Namun dengan rangkaian kata yang diusahakan menarik untuk membuatmu tertarik. Beserta harapan dengan membaca, fikiran mu bisa menceritakan isi cerita ini dalam benakmu. Lagi lagi, mungkin ini adalah novel curhat. Curhatan untuk semua orang yang pernah menjadi "AKU" dalam cerita ini. Sebuah tulisan yang dimulai tanggal 23 Desember 2020. Setiap katanya adalah setiap isi hati yang tercurah. Jika kamu sedang rebahan saja, atau sedang berkumpul bersama sahabat. Melalui ini, aku ingin bergabung. Menjadi objek matamu, dan khayal fikirmu. Jika memang patah hati adalah kesedihan. Jujurlah kepada keadaan bahwa memang sedang sedih. Terkadang yang butuh perayaan tidak hanya kebahagiaan. Namun kesedihan juga. Bedanya. Di perayaan kesedihan. Kamu tak perlu menikmati apapun tentang kesedihanmu. Cukup ingat, dan selamat melangkah dituntun kesedihan. Atau menuju meja makan. Semoga nasi dan lauk pauk ada menemani, agar sepi, tak terlalu selalu benar. Dirimu adalah ramai, hanya saja terlalu egois. Berharap semoga ada komentar yang tertinggal sebagai jejak bahwa anda pernah membuat ku senang karena membaca . SELAMAT MEMBACA, MENYELAMLAH JIKA BASAH. SELAMAT MEMBACA, MENEPILAH JIKA TAK BASAH.
All Rights Reserved
#76
semoga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Fading Out Flickers
  • Antara Aksara dan Kata
  • Sekali Lagi (End)
  • Broken
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • IF YOU

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines