"maaf kak" rinti Dina, memegang rambutnya yang ditarik oleh Dira.
"emang kata maaf, bisa membalikkan keadaan seperti 4 tahun yang lalu" ucap Dira, menarik lebi keras lagi rambut Dina. hingga terdengar suara rintisan dari Dina.
"ampun kak, Dina minta maaf"
"Lo seharusnya yang mati, bukan mama" ucap Dira penuh penekanan setiap kata
"maaf kak"
Dina yang sudah lesuh dan di basahi dengan air mata tak bisa berkata apa-apa, menerima perlakuan kakak kandungnya dan adik tirinya yang begitu kejih.
"maaf aja dari tadik!" geram Dira, melepaskan rambut Dina. beralih memegang rahang Dina.
"maaf" ulang Dina, samar-samar.
satu kalimat yang bisa keluar dari mulut Dina hanya kata 'maaf', tak akan ada yang bisa melindunginya lagi, selain dirinya sendiri.
semua telah pergi, bahagia
"gue akan mengambil semua apa yang Lo punya, termasuk Aril" ucap Tasya, adik tirinya.
"jangan perna Lo dateng dalam keluarga baru gue" tutur Dina penuh penekanan.
"dan Lo, cewek centil. jagan pernah lo deketin sama kak Deon dan kak Aril lagi. mereka hanya milik gue bukan elo" ucap Dira, menatap sinis
rumah yang tadinya harmonis, berubah 180° hanya dalam satu malam,dan di sini lah kehancuran di mulai
Entah siapa yang salah di sini,dan siapa yang tersakiti disini, semuanya merasakan sakit yang sama,namun mereka lebih memilih bertahan karena alasan masing masing.
"Kita ga boleh benci sama orang yang udah hancurin hidup kita,kita juga ga boleh balas dendam sama orang yang merenggut kebahagiaan kita,semuanya sudah di atur dan tuhan tau mana yang lebih baik"-indah lexia cahya
•
•
•
•
•
•
"Kita ga boleh benci sama dia kak,yang salah bundanya bukan dia" ucap indah mengusap lembut rambut panjang putrinya
*kalau ga paham deskripsi nya mending langsung baca aja*
⚠️Wajib vote dan komen!!!
•sebelum baca ikuti akun ku dulu biar ga ketinggalan info
cerita kedua aku,semoga banyak yang suka ya..