Orange
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 10, 2020
Kita bertemu ketika langit berwarna jingga, dan berpisah saat matahari terbenam seutuhnya. Based on Orange by Treasure, dengan sudut pandang yang berbeda. [Hanya fiksi belaka! Tidak ada hubungannya dengan kehidupan asli para tokoh di cerita ini.]
All Rights Reserved
#17
orange
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • arrange again
  • ABOUT ERINE (orine)
  • The Dark Side of The Galaxy ✔
  • WANNA BE, YOUR BOY? ✅ {End}
  • SEMESTA PUNYA CERITA
  • Perjalanan Tanpa Pulang [ END ]
  • Aphelion✔
  • Moonlight

"aslan!!! Aslan!!!" 'Sungguh berisik tidak bisakah dunia menjadi lebih tenang? Aku baru ditikam beberapa saat lalu, dan sekarang mengapa disini menjadi begitu bising? Apakah alam baka menjadi pasar malam sekarang?!' batin ash. Mengerjapkan mata yang disambut dengan silaunya terik matahari, ash mengernyit merasa ada yang janggal "yokatta kau baik baik saja, sungguh aku khawatir kau jatuh dari pohon dan tak sadarkan diri, kupikir kau mati" ujar seseorang bersurai kuning dengan mata sewarna langit "hidup? Jatuh dari pohon? Kau siapa? Ini dimana?" tanya ash tak mengerti "apakah kau mengalami cedera dikepala mu? Aku saudaramu!!! Kita dihutan!! Ingat! Kita sedang berlatih tadi" ujar lelaki itu sambil mengecek bagian kepalanya 'apakah aku hidup lagi? Benarkah?' batin ash

More details
WpActionLinkContent Guidelines