Melankolis

Melankolis

  • WpView
    LECTURAS 12,282
  • WpVote
    Votos 742
  • WpPart
    Partes 25
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 7, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Ayasa tak pernah menyangka di umurnya yang baru menginjak dua puluh tahun harus mengalami masa yang paling sulit. Ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari kota yang tak dikenalinya. Ia menjalani rumah tangganya dengan penuh sendu. Ia tak pernah dianggap istri oleh suaminya sendiri. Hingga sebuah kenyataan harus ia telan pahit-pahit, jika suaminya itu ingin menikah lagi dengan wanita lain. "Gue mau nikah sama pacar gue. Ini gue ngasih tahu, bukan minta restu sama lo, ya." "Dan ini gue kasih bukan buat ngundang lo. Tapi buat bukti kalau gue bener-bener mau nikah lagi." Selembar undangan berwarna gold disodorkannya kepada Ayasa. Aysa hanya menatapnya sekilas, lalu berusaha tersenyum selebar mungkin walau kenyataan bibirnya malah melengkung ke bawah. Ia berusaha dengan mati-matian menahan tangis dengan perasaan hancur berkeping-keping. Ayasa menatap matanya, ditepuk pundaknya lembut. "Semoga bahagia menyertai kalian. Doa terbaikku selalu terucap dibibir untukmu, Mas." Setelahnya Ayasa berlalu pergi dengan setetes air mata yang mulai turun. © No copas
Todos los derechos reservados
#133
madu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Be Yours
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Kami yang Berdosa
  • Promise Me ( END )
  • LYVARU
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • NIKAH DULU CINTA BELAKANGAN
  • DIKANESHA
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido