Melankolis

Melankolis

  • WpView
    Reads 12,280
  • WpVote
    Votes 742
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 7, 2021
Ayasa tak pernah menyangka di umurnya yang baru menginjak dua puluh tahun harus mengalami masa yang paling sulit. Ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari kota yang tak dikenalinya. Ia menjalani rumah tangganya dengan penuh sendu. Ia tak pernah dianggap istri oleh suaminya sendiri. Hingga sebuah kenyataan harus ia telan pahit-pahit, jika suaminya itu ingin menikah lagi dengan wanita lain. "Gue mau nikah sama pacar gue. Ini gue ngasih tahu, bukan minta restu sama lo, ya." "Dan ini gue kasih bukan buat ngundang lo. Tapi buat bukti kalau gue bener-bener mau nikah lagi." Selembar undangan berwarna gold disodorkannya kepada Ayasa. Aysa hanya menatapnya sekilas, lalu berusaha tersenyum selebar mungkin walau kenyataan bibirnya malah melengkung ke bawah. Ia berusaha dengan mati-matian menahan tangis dengan perasaan hancur berkeping-keping. Ayasa menatap matanya, ditepuk pundaknya lembut. "Semoga bahagia menyertai kalian. Doa terbaikku selalu terucap dibibir untukmu, Mas." Setelahnya Ayasa berlalu pergi dengan setetes air mata yang mulai turun. © No copas
All Rights Reserved
#208
madu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NIKAH DULU CINTA BELAKANGAN
  • LYVARU
  • Be Yours
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Rieril
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\

"Gimana menikah? ketemu aja nggak pernah!" Mesha terpaksa menerima perjodohan yang telah direncanakan oleh Mamanya. Meskipun Dokter cantik itu telah mati-matian menentang, namun percuma. Mama bersikeras untuk tetap melaksanakannya. "Nikah dengan proses pacaran itu tidak menjamin pernikahan dapat bertahan lama! Mama, contohnya." Jawab Mama kala itu. Bagi Mama, Zikra adalah orang yang tepat untuk menjadi pendamping Mesha. Pemuda berwajah tampan itu merupakan anak dari sahabat lamanya. Sama halnya dengan, Mesha. Zikrapun sangat tidak menginginkan pernikahan tersebut. Ia sudah mempunyai gadis pilihan hati. Bahkan, Ia berniat untuk menikahi gadis itu. Namun sayang, empat tahun menjalin kasih, restu Bunda tidak juga didapatkannya. Seiring berjalannya waktu, ada rasa yang tumbuh di hati keduanya. Debaran-debaran tak menentu seringkali menghiasi kebersamaan mereka. Setiap kali tatapan mata bertemu dan setiap tubuh menyusut jarak. Namun Alisya, wanita masa lalu Zikra hadir dalam rumah tangga yang baru saja mereka bina. Rasa yang mulai tumbuh pada pasangan itu pun mulai terusik. Bagaimana nasib pernikahan mereka? Tetap bertahan dengan rasa yang mulai ada atau Zikra justru lebih memilih cinta masa lalunya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines