Perfectly Captured

Perfectly Captured

  • WpView
    Reads 857
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
Kamera adalah mimpi yang terlalu mahal untuk Astrid. Di tengah hidup yang serba kekurangan, Astrid belajar menemukan keindahan lewat hal-hal sederhana seperti langit sore, tawa adiknya, dan pesan-pesan singkat dari seseorang yang tak pernah ia temui. Sampai suatu hari, seorang laki-laki berkata padanya, "Foto sempurna nggak harus selalu dibidik kamera. Anggap aja mata lo adalah lensa. Simpan momen indah itu di memori." Kalimat sederhana itu membuat Astrid jatuh cinta. Dia adalah Jef, seseorang yang tak pernah ia lihat wajahnya dan tak ia tahu keberadaannya tapi selalu hadir lewat layar kecil di genggaman tangannya. Dari obrolan ringan hingga cerita paling dalam, Jef menjadi tempat Astrid pulang. Mereka sudah sepakat untuk bertemu. Namun sebelum hari itu tiba, Jef menghilang. Tanpa pesan. Tanpa penjelasan. Seolah tak pernah ada. Dan Astrid harus belajar bahwa tidak semua hal bisa ia tangkap dalam kamera, termasuk seseorang yang pernah menjadi dunianya. ────𝓝ᝰ──── Rewrite Judul awal - I'll Be Fine Judul baru - Perfectly Captured Start - 30 Mei 2025 End -
All Rights Reserved
#391
teenfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semu [Completed]
  • Destiny [COMPLETED]
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Air Mata Elara
  • Arsyilazka
  • DAKSA [END]
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Still You [END]
  • Seperempat Aku dalam Dunianya

"Ck. Kenapa sih setiap ketemu, selalu dalam kondisi memprihatinkan?" Suara itu, cukup membuatku mendongak memperhatikan seorang pemuda yang berdiri tepat dibawah sinar rembulan, jatuh membayanginya. Meski temaram aku masih dibuat takjub melihat senyum tipisnya. Malaikat Izrail.. Takjub atau takut? Ia berjongkok, sejajar dengan wajahku. Pemuda itu tersenyum lembut menatapku dengan mata hitam teduhnya. Tampak tak biasa ketika senyumnya semakin menguras energi di tubuhku seolah menyatakan bahwa nyawaku memang akan habis malam itu juga. Dibawah tatapannya. "Selalu aja cengeng. Pinjem Hp lo bentar, minta sms!" Dia berucap santai sambil menengadahkan tangannya. Aku menatapnya bingung, dia kesini hanya untuk meminta sms? ________ Dia membuatku mengerti apa arti rasa dan apa arti tinggal. kisah yang dia buat untuk ku mengerti, kedua rasa itu bisa dikendali tetapi tidak selalu dimiliki. dunia, kehidupan, binatang, tumbuhan bahkan manusia sifatnya Semu. Apa yang harus kulakukan ketika aku mengetahui segalanya? Menjauh atau tetap merengkuh? walau segalanya berakhir semu, 'Rasa' itu tetap akan membekas bukan? percayalah aku mencintaimu, namun aku tidak pernah mengatakannya. Amazing cover by : @rcover_ed ******* cerita pertama, semoga suka😊*******

More details
WpActionLinkContent Guidelines