Coffee in Love (ONESHOOT)

Coffee in Love (ONESHOOT)

  • WpView
    LECTURAS 343
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida jue, oct 16, 2014
Cerita ini mengisahkan antara dua tokoh yang memiliki kesamaan; pecinta kopi dan pecinta buku yang dipertemukan di sebuah kedai kopi langganan masing-masing. Asap-asap yang mengepul dari setiap kopi langganan mereka lah yang menyatukan keduanya. Hingga, salah seorang dari mereka harus pergi jauh--tanpa pamit atau sekadar basa-basi untuk mengatakan ingin pergi. Namun, apakah mereka akan kembali bersama? jika tidak, apa yang akan terjadi? Jika iya, saat momen apa? apakah indah? atau malah sebaliknya? Satu pertanyaan lagi, 'Apa sebenarnya rasa kopi itu?' Temukan jawabannya disini! don't forget to leave comment, fav, etc. Don't be silent reader! thankschu. my lovely reader!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Coffe Shop
  • Kopi pahitku
  • One Sided Gaze Love [Completed]
  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • As Long As You Love Me: even if it is destroys me
  • Coffee in love
  • Cinta Secangkir Kopi
  • [END] Sunday Morning
  • The Coffee Crush | On Going

Di usia 20 tahun, Nana merasa hidupnya seperti kehilangan arah. Sebagai anak dari keluarga kaya raya, ia tidak pernah menyangka akan menghadapi cobaan seperti ini. Baru saja ia putus dari pacar yang selama hampir dua tahun menjadi dunianya, dan perceraian orang tuanya membuat segalanya semakin berantakan. Untuk melarikan diri dari rasa sakitnya, Nana memutuskan untuk bekerja di sebuah kafe kecil, meski itu berarti harus pulang larut malam setiap hari. Di kafe itu, ia sering melihat seorang lelaki yang selalu duduk di sudut ruangan. Lelaki itu tampak sederhana namun membawa aura yang berat, dengan kebiasaan yang mencerminkan gaya hidup berantakan. Nana merasa ada luka mendalam yang tersembunyi di balik tatapan kosongnya, seolah-olah ia memikul beban berat yang tak mampu ia lepaskan. Pertemuan mereka yang awalnya biasa saja perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih. Nana, dengan sifatnya yang penuh perhatian, mencoba mendekati Mark, meski ia sering diperlakukan kasar. Mark, di sisi lain, tak bisa menahan dirinya dari menarik Nana masuk ke dunianya yang gelap. Hubungan mereka adalah pertemuan dua jiwa yang sama-sama terluka, namun saling menemukan harapan di tengah kehancuran. Namun perjalanan mereka penuh liku. Sebuah kejadian tak terduga mengubah segalanya, membuat Mark harus bertanggung jawab atas hidup Nana dengan cara yang tak pernah ia bayangkan. Bisakah mereka mengatasi luka masing-masing dan menemukan kebahagiaan? Atau akankah bayang-bayang masa lalu menghancurkan segalanya? "Coffe Shop" adalah kisah tentang keberanian menghadapi rasa sakit, memaafkan diri sendiri, dan cinta yang datang di saat paling tak terduga.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido