Phantasmagoria: Kupu-Kupu & Lima Warna

Phantasmagoria: Kupu-Kupu & Lima Warna

  • WpView
    Lectures 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mai 10, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Hari di mana air mulai mengisi setengah paru-parunya adalah awal di mana hidup yang sudah aneh, menjadi semakin aneh. "Semua ini salahmu, Yara." Mereka berbisik. Ibu ada di sana dengan suara-suara yang meniup daun telinga. Terasa beku. Tidak ada segaris senyum, atau pun mata yang menangis. Jiwa-jiwa dan harapan yang ia punya sudah hilang, direnggut oleh ikan lele antagonis yang bisa bicara. Sepasang kupu-kupu yang terbang membawa Yara ke sebuah realitas semu, atau setidaknya itu yang ia harapkan ketika ia mulai mengambil langkah pertamanya menjatuhkan diri ke dalam kolam keju. © lyolyoue2020 painting by Vincent van Gogh is used on the cover
Tous Droits Réservés
Séries

Phantasmagoria

  • Phantasmagoria: Tiga Garis Sejajar
    2 chapitres
  • 1 chapitre
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • bisikan
  • Goodbye Alaska [END]
  • ECLIPSED
  • Paradise
  • Laura Dan Leo
  • Matahari
  • Noda dalam Cinta
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
bisikan

sebuah bisikan yang memekikkan telinga. Bisa di bayangkan jika kalian hidup dengan bisikan-bisikan aneh dan hanya kamu yang bisa mendengarnya. "tolong.... tolong" diana seorang remaja berusia 16 tahu hanya terbelalak mendengan bisikan ditelinganya yang membuat bulu kuduknya berdiri. serasa ada semilir angin di telinganya, yang membuatnya kedingin untuk sementara waktu. diana yang sudah terbiasa dengan suara-suara gaib sedari kecil, kini sudah biasa dengan bisikan itu karena selama ini bisikan-bisikan yang dia dengar tidak pernah menuntut dan menyakitinya. hingga suatu hari ketika diana dan keluarganya pindah rumah di daerah bogor. rumah yang di tinggalinya sekarang adalah rumah tua yang bergaya ala jaman belanda dulu. walaupun tidak membuat keindahan alam di sekitarnya redup. "waaaaaah .... indah sekali" kata diana dengan senyumnya yang mengembang. "tolong aku.... tolooooooong" suara itu memekikkan telinga dengan jeritan yang mengerikan akankah hidup diana akan berubah jika dia pindah ke rumah barunya ? baca ceritanya ya! jang lupa vote, coment dan share

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu