Story cover for CHAOS by ffengari
CHAOS
  • WpView
    Leituras 55
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Capítulos 11
  • WpView
    Leituras 55
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Capítulos 11
Em andamento, Primeira publicação em dez 02, 2020
Mengisahkan tentang Charlotte dan Alaric yang terjebak di fatamorgana atas ekspektasi semata akan harapan yang tak kunjung datang sampai lari dari masalah adalah jalan terbaik bagi mereka. Benang merah yang terhubung nyatanya mempertemukan mereka di satu titik pertemuan tak terduga disaat keduanya saling menghindar satu sama lain.

"Seberapa jauhpun saya dan kamu berlari, nyatanya akan tetap dipertemukan untuk saling mencintai. Kekacauan yang kita buat hanyalah sebuah ilusi bodoh yang dibuat semesta untuk punya cerita yang lebih baik."

"Untuk apa saya berlari jika sudah sedari awal kamu lelaki yang memang harus saya cintai bahkan sampai helaan nafas terakhir saya hembuskan."

"Karena kalau kamu tidak lari pada saat itu, tidak akan ada yang menyadarkan saya bahwa menjadi berbeda tidak semenyedihkan itu."

Cerita ini akan membuktikan bahwa tidak semua kekacauan akan bermuara pada ujung yang buruk. Terkadang memang harus terluka setengah mati untuk sampai ke 'rumah' yang sebenarnya dan terkadang memang harus melakukan hal-hal gila yang tidak masuk akal agar bertemu oleh seseorang di garis frekuensi yang sama.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar CHAOS à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#571devil
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Villainess Illusion, de itsxred
18 capítulos Em andamento
---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum pergi menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Villainess Illusion cover
Prince Untuk Alea cover
Become a princess [Transmigrasi] cover
TRANSMIGRASI VEY  cover
Bound to the Duke [END] cover
Karaline _ You're An Extra TAMAT cover
[END] The Untold Story About Prince Erick #Re-Tale Project cover
I Became The Devil's Wife   cover
OBSESSED MALE LEAD cover
Pangeran Kegelapan cover

Villainess Illusion

18 capítulos Em andamento

---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum pergi menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!