theresa
  • WpView
    LECTURAS 15
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadConcluida mié, dic 2, 2020
"Prolog" Di suatu pagi. Pagi ini sangat cerah, bunga bunga banyak yang bermekaran, burung burung bersiul siul. Musim panas akan segera usai. haiiii, nama ku Theresa, aku lahir dari keluarga yang penuh dengan misteri. Ibuku seorang tabit disebuah kerajaan. Kata ibu, ayah pergi meninggalkan ibu pada saat aku masih berada di dalam kandungan. Bukan pergi meninggal tapi pergi jauh entah kemana. Aku hidup dengan sangat bahagia. Kotaku ini adalah kota yang paling indah, dari kota mana pun. Kota ini bernama, kota sabit. Entah lah, kenapa kota ini disebut kota sabit, aku gak tauu. Kota ini adalah kota yang aku banggakan, soalnya aku lahir disini. Ahhh lihat ada kupu kupu berwarna putih indah sekali. Sama seperti rambut ku berwarna putih. Kau tau mataku juga berwarna putih, karna itu aku selalu dijauhi oleh teman temanku karena kata mereka aku anak aneh dan menakutkan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • DUNWICH
  • ST [1] - (Fat)e
  • Cinta Terhalang Restu
  • Hidup di Dalam Bayangan
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • C L O S E R . [REVISI]

#Prolog Seorang wanita tengah duduk di single sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya. Tak jauh dari itu,tampak seorang pria yang berjalan dengan langkah cepat namun terdengar tegas. Mendengar suara langkah kaki itu,lantas wanita itu membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat siapa yang berjalan. Setelah dia melihat pemilik langkah kaki tersebut,senyumannya pun merekah. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria itu. "Bagaimana?" Tanya wanita itu seraya terus mengikuti pria tersebut yang tetap saja berjalan. Pria tersebut duduk diikuti dengan wanita itu disebelahnya. Wanita itu terus saja menatap wajah pria tersebut yang menampakkan ekspresi kesal. "Ayahku belum menyetujuinya." Akhirnya pria tersebut membuka suara. Wanita itu mengeryit tatkala mendengar jawaban yang terlontar oleh pria disebelahnya ini. "Dia bilang,saudaraku belum memiliki pasangan ataupun calon. Kita berdua harus menunggunya hingga dia menikah. Dan aku tidak boleh mendahuluinya." "Lalu bagaimana ini? Kembaranmu itu bahkan belum memiliki calon. Bagaimana dia ingin menikah. Mau sampai kapan kita menunggunya? Sampai anak di kandunganku ini lahir dan semua orang akan tahu bahwa aku hamil diluar nikah karenamu? Keluargaku dan keluargamu akan malu jika hal ini sampai terjadi." Pria tersebut mengusap lengan kiri sang wanita bermaksud agar wanita yang ada disebelahnya tenang. "Itu tak akan terjadi,Sayang. Akan kupastikan jika nantinya adikku itu memiliki calon dan kita berdua bisa menikah." Pria tersebut tersenyum diikuti dengan sang wanita yang juga ikut tersenyum.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido