Amor Fati, Ayyara!

Amor Fati, Ayyara!

  • WpView
    LECTURES 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., déc. 3, 2020
WpInfo
Fiction
Thèmes Sociaux
Ayyara Maheswari, seorang gadis berumur 14 tahun yang serba ingin tahu. Belakangan ini, Ayya sering menerima surat misterius. Entah siapa pengirimnya, surat itu selalu berisikan nasihat-nasihat hidup yang tak menyedihkan dengan penuh renungan. Lebih anehnya lagi, dalam surat itu selalu tertulis, "Teruntuk Kanaya." Tentu saja Ayya sadar bahwa surat-surat itu bukan untuknya. Tapi, mengapa surat itu selalu ada dalam kotak surat di halaman rumahnya?
Tous Droits Réservés
#235
rohani
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • Surat Tanpa Nama
  • TWIN FLAME { ON Going! }
  • Limerence
  • ZOYA (Sujud Terakhir) [End]
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • Let Me Love You Longer

[FOLLOW SEBELUM BACA] CERITA ORIGINAL HANYA ADA DI AKUN : moonskyther, selain itu berarti PLAGIAT. BLURB : Kehidupan selalu memiliki misterinya sendiri, dengan rasa sakit atau dengan rasa bahagia ia menciptakan segelintir karakter manusia. Beberapa manusia mungkin dapat berdamai dengan hidupnya, dengan masa lalunya yang kelam, melanjutkan aktivitas hidup seperti biasa. Namun, itu tidak berlaku untuk manusia yang hidupnya telah tragis bahkan sejak ia masih kecil. Rasanya, hidup bagai badai yang selalu mencekamnya. Ia masih hidup, namun jiwanya telah lama mati. Ia masih berenang, namun jauh di dalam dasar sana ia telah lama tenggelam. Manusia tidak pernah sembuh perihal luka dan trauma. Mereka selamat dari kecelakaan, namun telah sepenuhnya cacat seumur hidup. Tapi sekali lagi, dunia terlalu jahat untuk manusia menjadi lemah. Dunia terlalu jahat untuk manusia yang tidak sedikitpun mempunyai alasan untuk tertawa ditengah telah berdarah-darah hidupnya. Alasan-alasan kecil untuk tetap bertahan hidup, bagai sebuah pondasi untuk pertahanan diri. Semua orang memiliki alasan bertahan hidup yang berbeda, untuk sekedar selalu menikmati segelas es kopi di pagi hari, atau untuk sekedar dapat berkunjung ke tempat yang ingin dinikmati. Hal itu yang selalu terlintas dalam benak seorang Aryan, dengan mimpinya yang selalu ingin melihat indahnya hamparan air danau Como. "Setidaknya sekali dalam hidup, aku ingin membawa diriku, aku ingin memuja mataku untuk melihat keindahan danau Como, itu inginku setidaknya sebelum aku melebur menjadi tanah." - Aryan Bagaskara Adhiwijaya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu