We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bad boys in the era

Bad boys in the era

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 11, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Langkahku baru saja di mulai Tan adalah seorang anak yatim piatu yang di rawat oleh kakak nya bernama Riska sejak kelas 4 SD orang tua nya meninggal karna kecelakaan beruntun dan mempunyai adik yang bernama Arkantan berumur 2 tahun dia murid pindahan ke sekolah swasta dan bertemu dua orang temannya bernama Riko di panggil Iko dan Randika septian yang di panggil Iyan mereka berdua termasuk orang yang kehidupan nya kaya raya Tan disini bersifat emosional berdarah dingin tangguh namun kelemahan nya pada wanita ia dalam hal romantis tidak terlalu pandai Iko bersifat licik sangat penakut beda hal nya dengan tan namun Iko sangat agresif terhadap wanita dan iyan bersifat lembut namun ia sangat suka berbicara kasar dan hebat nya ia mampu menjadi penenang bagi teman²nya Cerita cover by : Pan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HISYBLING [Proses Revisi]
  • Avoid Cold Boy // SELESAI✔️
  • Not Now, But Later ||END||
  • ARGA [Completed]
  • Aira
  • ARKANJESICA (END)
  • SINNATH
  • Ugly Girl
  • AYKA
  • Airka: My Queen Bullying

Genre : Fiksi remaja & Humor Ratu Vestina, seorang cewek yang populer karena kecantikan dan kepintarannya. Namun, dia sangat cerewet. Semua yang ada di sekitarnya selalu ia komentari, tidak perduli perkataan orang yang menganggapnya aneh atau terlalu cerewet, tetapi dia tetap yang paling populer di SMA Tunas Bangsa. Ratu berpacaran dengan Raga Agam Amora, tetapi hubungan mereka tidak bertahan lama. Apakah penyebab renggangnya hubungan mereka? --°°°-- "Nama pacarku, sama dengan nama adek kandungku," ulang saya. Kemudian saya berjalan menuju nakas dan mengambil hidangan tadi-sepiring cookies dan segelas teh- lalu membawanya menuju Mama. "Minum dulu, Mah!" Saya menyodorkan gelas itu yang langsung diterima Mama. Saya ikut duduk di depannya lalu menaruh sepiring kue di tengah kami, saya menatap Mama yang sudah menghabiskan setengah gelas teh. "Terus? Kamu pikir pacar kamu itu adalah adik kamu?" tanya Mama sambil mengernyit dan memegang gelas di kedua tangan, atas pangkuan. Saya tidak berpikir begitu, hanya sedikit. Anehnya, bagaimana bisa nama adik saya sama dengan pacar saya? Apakah ini suatu kebetulan saja? ~~°°°~~ Ini hanya serangkaian kalimat yang aku susun serapi mungkin agar pembaca merasa nyaman, aku juga menambahkan humor humor receh. Aku harap ada yang membaca. Semoga suka sama cerita ke-tiga aku ini yah! Jangan lupa, follow akun aku yah, auto follback kok! : )

More details
WpActionLinkContent Guidelines