We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ngomong Dong Savana

Ngomong Dong Savana

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 14, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Naya paling takut absen dari pelajaran sekolah, bahkan tepat waktu sekali. Aku heran ada orang yang mampu seoptimis dia di sekolah. Terlebih tatapan mata indahnya yang buatku tak ingin jauh walaupun kita hanya teman saat itu. Savana bianca dessyana (Naya) anak yang aktif kutu buku yang suka menghayal, saat kau baca isi otaknya yang penuh dengan imajinasi. Bagi Naya sosok ayah adalah panutannya. Iyalah, pastinya karna ayahnya mengajar di sekolah tepat Naya mencari ilmu. *** Masih pelajar, sudah siapkah bila kita memulai seperti orang dewasa. Dia pasti mengerti maksud kataku. Naya orang yang bijak seolah bagai salju putih di tengah gurun yang terselamatkan dari mencair. Sulit untukku bicara dengan Naya terlebih saat dia sibuk dengan belajarnya yang menurutku tak sepenting itu. Rasanya perut ini sudah ingin sekali menyantap omlet balado kantin sekolah, oke kembali ke cerita. Giliran sudah selesai waktu pelajaran, dia menyempatkan pergi ke perpus. Mengapa sih aku selalu bertolak belakang sama kamu Naya. Tak masalah buatku dia membaca tapi teman-temannya membuatku tak nyaman terlebih manusia kutu buku seperti dono dan kerta. Ada mereka di perpus membuatku juga terpaksa ikut masuk demi untuk ada disamping Naya.
All Rights Reserved
#30
savana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • 𝐀𝐍𝐆𝐄𝐋'𝐒 𝐂𝐈𝐑𝐂𝐔𝐒 (𝐒𝐔𝐃𝐀𝐇 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐈𝐓)
  • PAPERFLAKES
  • ASSYA (TERBIT)
  • Arkanay : take me away!
  • ALYA
  • Felicity [On Going]
  • SAGARA [ON GOING]
  • ALISYA &Alvaro

kisah kami murid 12 ipa 1, bukan kelas elite atau apalah, cuma sebatas anak yang mengalami masa terindah sebelum kejenjang yang lebih, jangan lupakan keseruan dengan teman satu kelas, banyak masa yang dapat jadi kenangan yang akan jadi cerita dimasa berikutnya. " oi ra jadi nanti malam mangkal?" jika kalian pikir negative buang aja deh. Itu jauh dari ekspetasi kami emang bercanda kayak gitu tapi kami gak melakukannya "Woi jadilah.... Masa gak jadi udah gak sabarnih... napa mau ikut nih?" "Ngak Cuma mau nawarin vero sama marito mau ikut mereka lagi butuh duit" canda nani "Iya nih ra dari pada jual ginjal aku yang rugi, kalau ngepet bahaya tapi kalau ikut kau aman" sambung marito cekikikan "Boleh lah ra tapi aku kecil loh emang ada yang mau?" canda vero "Wiss pastilah... apalagi yang kecil-kecil lebih wow" canda Ara "Apa nih yang kecil-kecil" sambar indah dengan muka menahan ketawa "Issh anak kecil gak boleh tau" sambar Ara "Itu si suryanti masih mangkal" gurau tince jangan lupakan denga ketawa nya yang sudah lepas ''''' "Kan dah pernah Miss Cerita waktu tuh kalau mau dapat contekan harus pandai-pandai lah" gurau miss yang pengalaman "Lupa Miss Apalagi ada yang mendadak tuli" sindir Abel "Kalau kalian mau berhasil nyoteknya perhatikan siapa yang ngawas kan udah ditempel dimading jadwalnya trus perhatikan gerek-gerik guru yang ngawas

More details
WpActionLinkContent Guidelines