We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hellvin [REVISI]

Hellvin [REVISI]

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 30, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Jika sorot mata bisa membunuh, mungkin raga nya tak lagi utuh. Kala resah pada tiap langkah diawasi dan geraknya seolah terbatasi. Hellice Valerie pikir semuanya sebatas kebetulan, bak komedi putar. Dia masa bodo, namun sepertinya semesta balik membodohinya. Merasa segala hal tentang takdir yang enggan Ia percaya, atau hidupnya yang berubah semudah membalikkan telapak tangan tanpa banyak upaya. Seperti sebuah lamaran yang tidak Hellice duga-duga datang ke kediamannya dari keluarga yang makin membuatnya tak habis pikir kenapa. Gavin Alexander, pemilik netra setajam jarum yang entah kenapa familiar. Menusuknya perlahan pada tiap pertemuan, tak nyaman namun anehnya menenggelamkan. Iya, calon suaminya yang entah bagaimana membuatnya merasa bak kelinci bodoh yang masuk dalam perangkap.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Sick
  • GALTHAR
  • Kayla
  • Adhitama [Revisi]
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • When a Letter Changed Everything
  • Salah Siapa?
  • I'm Sorry (END)
  • || PERJODOHAN ||
  • DEVAN & ADARA
Love Sick

𝐒𝐞𝐫𝐫𝐚 𝐆𝐢𝐬𝐞𝐥𝐥𝐚 𝐀𝐥𝐝𝐞𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧 terkejut bukan main tak pernah ia sangka, laki-laki yang selama ini ia sukai diam-diam justru menyeretnya masuk ke dalam dunia yang gelap dan menyedihkan. Dunia yang penuh dengan obsesi, bukan cinta. 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚 𝐍𝐚𝐫𝐞𝐧𝐝𝐫𝐚, sosok yang selalu terlihat begitu memikat di mata Gisella. Wajah rupawan, tubuh jangkung, tatapan mata elang yang tajam semuanya terlihat sempurna. Tapi ternyata, itu semua hanyalah tipuan semata. Lapisan luar yang membungkus sisi kelamnya. Di balik senyumnya yang datar, tersembunyi pengendali yang siap mengekang siapa pun yang ia cintai. Gisella dulu mengira, menjadi pacar dari laki-laki yang ia kagumi selama bertahun-tahun akan terasa menyenangkan. Ia pikir, cintanya yang diam-diam akhirnya terbalas. Tapi nyatanya, dia salah. Sifat posesif, keras kepala, kasar, dan egois yang dimiliki Alaska perlahan-lahan menghancurkan dirinya. Hingga hidup sehari-hari pun mulai terasa sesak dan penuh tekanan. Yang paling menyakitkan, adalah kenyataan bahwa Gisella masih bertahan. Masih di sisi laki-laki brengsek yang justru merusak harapan-harapan kecil yang dulu ia jaga erat. 𝐁𝐚𝐠𝐢 𝐀𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚, 𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤. 𝐃𝐚𝐧 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐆𝐢𝐬𝐞𝐥𝐥𝐚, 𝐦𝐚𝐤𝐚 𝐭𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐮𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐧𝐭𝐚𝐬 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢𝐧𝐲𝐚.

More details
WpActionLinkContent Guidelines