Akhir Sebuah Penantian

Akhir Sebuah Penantian

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 4, 2020
Terlibat dalam cinta manusia yang tak pernah terbalaskan oleh-nya. Mencintai dalam diam adalah sebuah hal yang tidak wajar bagi Nadhifa. Ia yang sangat Mencintai sosok laki-laki yang nyaris wajah nya bahkan akhlak nya mulia siapa lagi kalau bukan seperti Arsha, Namun cinta itu ia kubur dalam-dalam. Karena Nadhifa tahu bahwa arsha adalah anak dari keluarga terpandang dan tak sebanding dengannya dan bahkan ia tahu bahwa arsha mencintai wanita lain. Lagi- lagi hal itu yang membuat cinta Nadhifa terpendam dan mengikhlaskan semuanya. *** Ketika Arsha akan menikah dengan wanita lain, Namun sebuah takdir mempersatukan Nadhifa & arsha dalam satu ikatan yang Halal. Nadhifa percaya bahwa cinta berawal dari melibatkan Allah itu tidak akan pernah membuat hamba-nya kecewa. Hanya do'a disetiap sujud terakhirnya dan sebuah keyakinan yang selalu menguatkab dirinya. Karena sebaik-baiknya pengharap adalah Allah SWT.
All Rights Reserved
#53
kerinduan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Cinta Dalam Iman
  • Cinta Dalam Hijrah || SELESAI
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Serasa dan Menua Bersama
  • MAS WILDAN [END]
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines