THRISELLIR: Penyembah Setan

THRISELLIR: Penyembah Setan

  • WpView
    Reads 3,600
  • WpVote
    Votes 806
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jan 5, 2022
[END] Nasib buruk ini seperti datang tiba-tiba. Sebuah situasi mencekam yang dihadapi 5 manusia yang diteror 1 malam penuh di desa berdarah. Desa gila penuh amarah. Para warganya seperti haus akan darah. Dan diketahui bahwa mereka menyembah roh-roh hutan. Berada ditempat asing ini membuat ke5 manusia ini seperti akan gila. Dan jalan keluar seakan tidak ada untuk mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desa Pendosa - TAMAT ✔️
  • KASAM
  • Penjilat Darah Haid - END
  • 11:11PM
  • MISTERI DESA KALISADA [complete]
  • MIRACLE 2 3D
  • SUNDEL BOLONG
  • TUMBAL DESA : DESA MATI [SEGERA TERBIT]
  • Mantra Coffee : Desa Penyembah Iblis
  • KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete]

🚫 PLEASE DO NOT PLAGIARISM!! Sebagai bagian dari tugas akhir kuliah, sekelompok mahasiswa dikirim ke Desa Kembang Arum, sebuah desa terpencil yang jarang terdengar namanya. Tujuan mereka sederhana: melakukan pengabdian masyarakat sembari mengumpulkan data penelitian. Desa itu terletak jauh dari keramaian, dikelilingi oleh hutan lebat dan jalan berbatu yang membuat perjalanan terasa tak berujung. Setibanya di sana, mereka disambut dengan senyuman warga yang ramah namun terasa dingin, seperti menyembunyikan sesuatu. Rumah yang disediakan untuk mereka sederhana, namun cukup nyaman. Namun, ada satu aturan yang berulang kali ditekankan oleh penduduk desa: jangan keluar rumah setelah gelap. Alasannya tidak dijelaskan, dan mereka hanya menganggapnya sebagai tradisi lokal yang harus dihormati. Hari-hari pertama berjalan biasa saja. Mereka mulai menjalankan tugas masing-masing, mengamati kebiasaan penduduk, dan mencoba beradaptasi dengan suasana desa yang tenang. Namun, semakin lama, mereka menyadari ada sesuatu yang tidak biasa di desa ini. Warga terlihat menghindari topik tertentu, sudut-sudut desa terasa terlalu sunyi, dan ada rasa tidak nyaman yang perlahan merayap di antara mereka. Di tengah rutinitas yang tampak normal, hubungan di antara kelompok itu mulai memanas. Ketegangan muncul, didorong oleh perbedaan pendapat, tekanan tugas, dan rahasia-rahasia pribadi yang mulai terungkap. Tanpa mereka sadari, perjalanan ke Desa Kembang Arum menjadi lebih dari sekadar tugas kampus. Desa ini menyimpan sesuatu yang jauh lebih besar-sesuatu yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Apa sebenarnya yang tersembunyi di Desa Kembang Arum? Dan mengapa seolah-olah desa itu perlahan-lahan menelan mereka? seberapa jauhkan mereka mampu bertahan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines