STORY OF HIJRAH

STORY OF HIJRAH

  • WpView
    LECTURAS 374
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ene 7, 2021
Dulu,kamu gemar memamerkan aurat mu dengan Pakaian ketat serba mini dan banyak gaya. sekarang,yang kamu Pamerkan mata lentik mu yang mendapat pujian dari Ikhwan sejagad maya.lalu apa bedanya? Dulu,kamu habiskan waktumu dengan pacaran bercumbu mesra. sekarang,kamu pun berduaan dengan Ikhwan modus di whattsap,berlindung di balik "Ta'aruf" dan kau viralkan "Tanpa pacaran" , lalu apa bedanya?? Tampilan mu berubah,hadir di komunitas "Akhwat berniqob" kesana kemari,lalu foto-foto selfie mu bertebaran disana sini,tapi majelis ilmu tak pernah kau kunjungi. Hahahaha Hijrah mu palsu....... begitulah definisi orang-orang menilai ku yang masih belajar hijrah. Ketika diriku sudah hijrah, aku tak pernah menyangka harus menikah di usia dini dengan seorang badboy dan pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta. Ini lah kisah perjalanan hijrahku !!! mau tau selanjutnya?? penasaran?Yuk baca part selanjutnya
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Catatan Hijrah
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Gula Kapas
  • With You Until Jannah √ || End
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • MAS WILDAN [END]
  • Sinar Cinta Hulya

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido