Sang Mantan (Proses Penerbitan)

Sang Mantan (Proses Penerbitan)

  • WpView
    Reads 40,264
  • WpVote
    Votes 2,526
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 19, 2021
"Aida mohon, jangan sentuh! Abang pulanglah!" Aida melembutkan suara. Berharap laki-laki itu tersentuh hatinya. "Sekedar sentuhan kulit, kamu enggan. Bahkan lebih dari inipun, bisa aku lakukan!" Kembali keegoisan menguasai pikiran Zafran. Penolakan Aida, menghempaskan harga dirinya. Baginya, pantang dilarang ketika melakukan suatu hal yang ia kehendaki. "Semua tak lagi sama! Talak yang Abang ucapkan telah membangun dinding tinggi di antara kita. Aida tak lagi halal untuk Abang. Haram hukumnya, menyentuh wanita yang bukan lagi milikmu!" Zafran tersentil. Ucapan Aida sukses mengembalikan kesadaran statusnya kini. Ia tak lagi punya kuasa untuk mengendalikan si gadis sholeha. Menjadi yang utama dan skala prioritas pun telah berakhir. Zafran kian termangu, mengartikan satu kata di ujung permintaan Aida. Membuat ia baru menyadari, dirinya tak lebih dari sekedar mantan.
All Rights Reserved
#1
siri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tak Sejalan
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • BUKAN SALAH DI JODOHKAN
  • ADRIAN THE OF OBSESSION
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • this is the story of my life - Afshenna Yara Carlotta
  • tentang sebuah rasa
  • Cinta Untuk INDAH
  • Tahajjud Cinta [END]

Ini akhir cerita mereka: Tentang sebuah rasa yang tertanam sejak lama namun harus pupus sebelum berbunga. Karena cinta memang hanya untuk dirasakan bukan untuk dimiliki. Tentang sebuah rasa yang gamang tertanam dihati. Percaya masa lalu adalah dusta. Namun pergi meninggalkan terasa sulit. Karena cinta itu memang menguji untuk menjadi akhir yang bahagia. Tentang sebuah rasa yang disadari dengan terlambat. Ketika mengucapkan cinta, tak ada yang berbekas. Ia hanya seperti berbicara pada bayangannya sendiri. Iya, Adit memang cinta. Namun waktu terus melangkah dan tak pernah tinggal untuk sekedar diam sebentar. Tidak, Dina bukannya merebut. Ia hanya memberi kenyamanan sebatas teman yang tak pernah lebih. Jika Adit merasa sebaliknya, itu bukan salahnya. Karena hati tak pernah salah memilih rasa. Yang salah itu, pandangan lainnya. Sama seperti apa yang Fasha kira. Yang awalnya berpikir untuknya tapi ternyata tak sejalan dengan apa yang terjadi saat ini. Ketika Adit memilih untuk pergi sementara ia tetap tinggal di dalam masa lalu mereka. Dan Dina yang terjebak di antara mereka seolah harus bertanggung jawab atas semua luka yang tercipta. #SeriPertama Sekuel dari: Keluarga Adhiyaksa -Ardina Wirasatya- Anak dari: Aisha Fayola Adhiyaksa & Adnan Wirasatya -Fasha Adhiyaksa- Anak dari: Fadli Adhiyaksa & Calista Anggraina Carissa Aznii

More details
WpActionLinkContent Guidelines