RUANG: Suatu Tempat di Dalam Hati

RUANG: Suatu Tempat di Dalam Hati

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 5, 2020
Awalnya Hana fikir cinta bukanlah hal yang paling penting dalam memulai sebuah hubungan. Setengah tahun bersama Kevin, Hana nyaris yakin dia mulai bisa mencintai pria itu. Bukan hal sulit sebenarnya mengingat betapa baiknya Kevin memperlakukan Hana. Sampai Jun datang... Tetangga baru Hana yang entah bagaimana selalu sukses membuat Hana merasakan bahagia dengan cara yang berbeda. Setiap bersama Jun, Hana seperti bertemu dengan seseorang yang mengerti semua tentangnya. Bagaimana bisa seseorang yang baru kau temui terasa seperti seseorang yang sudah lama kau kenal? Lalu bagaimana dengan Kevin dan hubungan mereka jika Hana terus meragu? _________________ Cerita ini terinspirasi dari vidio ber-POV yang nggak sengaja saya temukan di instagram, dengan Jihoon dan Jaehyuk of Treasure yang menjadi tokohnya. Hanya terinspirasi, jadi alur cerita tentu saja akan berbeda.
All Rights Reserved
#576
jaehyuk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • 🆄🅽🅼🅴🅸 (destiny) [END]
  • Jeffan & Cintanya --Park Jeongwoo √
  • THE STORY OF US - JAYWON
  • IT'S (not) APUS LOVE
  • Only YOU! [ END ]
  • BOYFIE
  • Antara Persahabatan dan Cinta (Markhyuck GS ft Jaemin GS)
  • WHATEVER, I'M STILL WITH U [end]
  • Soulmate || Na Jaemin

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines