Monolog Daily

Monolog Daily

  • WpView
    GELESEN 70
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte So., Mai 9, 2021
Dalam hidup banyak hal yang tak perlu ditebar untuk ramai yang berkata Sabar. Cukup diam dan ceritakan sendiri, agar tenang datang menghampiri. Terkadang orang lain hanya ingin tau tentangku bukan ingin membantu. Menulisnya adalah cara terbaik yang bisa dilakukan, dikala semua sudah enggan bahkan tak peduli atas apa yang terjadi padaku. Sebab aku yakin: "jika sudah waktunya, pasti akan ditemui damai yang yang permai." Ini adalah kisahku, dalam tiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, bahkan hembusan nafas yang kulalui. Biarkan aku mencari cintaku, dan menuliskan sejarahku disini, sebab aku percaya cinta yang sebenarnya ada dalam diriku sendiri; maka biarkan dan izin aku mengenali lebih jauh siapa aku dalam "Monolog Daily". Tertanda, -Nadia Elistiana
Alle Rechte vorbehalten
#163
untukmu
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Rentan Kisah [END]
  • Alya Dairy[END✔]
  • Rasa Tanpa Suara
  • 𝐃𝐞𝐯𝐢𝐥 𝐆𝐮𝐚𝐫𝐝𝐢𝐚𝐧 | M. ATSUMU
  • PERJUANGAN CINTA
  • ANASTORY [END]
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • Mengapa ?
  • My Different Girlfriend (END)

[Teenfiction - Spiritual - Spesial Ramadan 2021] Aku hidup bak Rapunzel yang selalu kesepian. Terjebak dan tidak diizinkan menikmati dunia luar. Aku bukan Putri Anneliese yang memiliki Elika untuk dapat diajak bertukar posisi pada masa-masa yang sulit. Aku juga tidak memiliki teman saat kesepian seperti Rapunzel yang memiliki Penelope dan Hobie. Jadilah aku menikmatinya sendiri, bahkan orang lain pun tidak akan paham tentang diriku. Aku juga bisa dikatakan seperti 12 Putri Kerajaan difilm "Barbie and The 12 Dancing Princess" yang selalu dikurung oleh Rowena di dalam kamar (rumah) mereka sepanjang hari. Seseorang yang dikekang, dia bukan robot. Dia memiliki kemauan, tidak bisa kita menolaknya mentah-mentah dan menjerumuskan pada pilihan yang menurut kita baik padahal bakat dan kemampuannya tidak ada di sana. Biarkan dia liar, bekerja dan berkarya dengan bebas. Belajar banyak hal dan membuat hidupnya bahagia dengan pilihannya. Menasihati boleh, memberi saran boleh, tapi jangan memaksa, apalagi sampai mengekang. Rasanya percuma melakukan berbagai upaya. Karena rentan tetaplah rentan. Jadi, apa yang harus aku lakukan, kala kerentanan harus berawal dari orang tua? Melawan tidak sopan, tapi diam pun kesakitan. © stories 2021 by Syadira Hr. © cover 2021 by Syadira Hr. All rights reserved. Please be appreciated. Saya memulainya pada 13 April 2021 dan mengakhiri kisahnya pada 12 Mei 2021.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien