After Transit [21+]

After Transit [21+]

  • WpView
    LECTURAS 85
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 5, 2020
JANGAN DIBACA KALAU GAK SIAP TERSERAH TAPI LGBT 21+ ( No Bokep) Baru kali ini aku tidur di hotel mewah, dengan seorang pemuda yang usianya beda beberapa tahun dariku. Dia benar-benar tampan dan wangi, postur tubuhnya pas. Aku ingin dipeluk dia. Ia mulai memejamkan mata. Kini ku mulai beraksi. Tanganku perlahan mulai ingin menyentuh kulitnya. Ah aku gugup. Ku coba lagi. Gagal. Hingga dia bangun, membuka mata dan tersenyum. Aku gugup dan senang. Lelaki ini langsung memelukku. "Kalau mau dipeluk bilang, " bisik dia dengan mesra, sehangat pelukannya yang tidak ingin ku lepaskan. Beginilah kisah Adam dan Bambang bermula. Bukan... Ini kisah Juno dan Aldenra. Bisakah mereka menemukan makna?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Changed Life
  • DION DAN GABRIEL (BXB)
  • Lubang Idaman Season 3 ✔️
  • My Sugar Daddy(END)
  • Pacarku Teman Adikku (TAMAT)
  • Nafsu Didalam Bayangan : Permulaan (Lust In The Shadows : The Beginning) [END]
  • APHRODITE (XIA ZHI GUANG × HUANG JUN JIE)
  • Tetangga | SOOKAI

Halo, gue Reza Lingga Diputra. Biasa dipanggil Rez, anak 17 tahun yang lagi menikmati masa SMA dengan kehidupan yang, jujur aja, nggak terlalu seru. Kalau ini dijadiin cerita? Beuh, siapa juga yang mau baca? Sampai akhirnya... Ardan datang. Cowok 22 tahun itu tiba-tiba muncul dalam hidup gue, dan tanpa sadar, dia membawa kisah yang nggak pernah gue bayangkan sebelumnya. --- - Potongan Cerita - Pukul tiga pagi, kamar Jendra sunyi. Cahaya lampu tidur yang temaram menciptakan bayangan samar di dinding, sementara AC menghembuskan udara dingin yang menusuk kulit. Ardan menggeliat kecil, lalu berbalik-dan tanpa sengaja, tubuhnya bersentuhan dengan seseorang. Reza. Bocah itu, entah sadar atau tidak, memeluknya dari belakang. Lengan Reza melingkar di pinggangnya, napasnya teratur dalam lelap. Ardan sempat terdiam, bisa saja ini cuma refleks karena udara dingin. Tapi anehnya, ia tak ingin melepaskan pelukan itu. Perlahan, ia membalas. Tangannya terulur, mengacak-acak rambut Reza dengan lembut. "Dasar bocah satu ini," gumamnya pelan, senyum tipis tersungging di bibirnya. --- Mau tahu kelanjutannya? Jangan lupa vote dan lanjut baca!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido