Before to the Shine

Before to the Shine

  • WpView
    LECTURES 165
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., févr. 14, 2021
Tentang Lika Liku hidup yang membuat diri sering insecure dan overthinking mencintai orang lain bisa, mengapa mencintai diri sendiri sulit? Before to the Shine cerita ini akan mengajak kalian untuk bisa mendapatkan arti hidup yang sebenarnya, dengan segala kemungkinan dan ketidak mungkinan yang ada. "Sekian ribu orang pasti pernah dilanda yang namanya insecure, tanpa ada pengecualian, bahkan nenek gua pun demikian. Dari mulai insecure tentang berat badan, atau pun tentang tinggi badan, banyak deh macamnya. Bicara soal insecure istilah itu sendiri sih punya arti luas, bisa jadi rasa kurang aman,rasa malu,atau bahkan rasa takut terhadap sesuatu" bersama Binar Althea Kayana, mencoba melawan rasa insecure dan berdamai dengan diri sendiri. #05-01-2021 #BeforetotheShine #afifahfss #Binar #teenfiction
Tous Droits Réservés
#124
win
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hopeless
  • (N)ever Be Real [END]
  • dream in my school
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • UNLOVABLE
  • about us and him ✔️
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • Papah Untuk SNORA [End]
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • Sour Seventeen
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu