Sebatas Teman (Friendzone)

Sebatas Teman (Friendzone)

  • WpView
    LECTURAS 84
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadConcluida lun, abr 11, 2022
Terkadang memang "Persahabatan menjadi ada yang mengganjal dihati, saat diantaranya tumbuh asmara disatu sisi". Sampai akhirnya semesta menjawab. Bahwa Aku terjebak dalam friendzone, menyedihkan. Terlebih aku harus bersikap seolah-olah semua baik-baik saja. Disisi lain aku merasakan sikapnya melebihi sekedar teman kepadaku, karena sikapnya memang pemalu yang kutau. Memang sebaiknya seperti ini, aku menyadari dia menganggapku hanya sebatas teman dari cara dia menyuruhku berdekatan dengan pria lain. Kamu membuatku berpikir untuk membuka hati yang lain :).
Todos los derechos reservados
#7
zone
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • "Friendzone"
  • Friendzone Stuck
  • Kita dan Sebuah Kisah
  • Arti Sebuah Rasa [ THE END ]
  • More Than Friend [COMPLETE]
  • Friendzone
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Guard Your Hearts
  • Friendzone
  • FRIENDZONE | ✔

Terkadang.. aku merasa kita hanya sebatas sahabat~ Terkadang.. aku merasa kita lebih dari sahabat~ Dan terkadang aku merasa aku bukan siapa siapa untukmu.. Sakit? Sudah pasti. Mencintai seorang pria yg jelas jelas hanya menganggap kita sahabat memang sangat menyakitkan. Marah? Apa aku punya hak untuk itu? Untuk apa aku marah,kalau dia cuma menganggapku sahabat. Ya sahabat.. miris memang! **** "Udah berapa kali gue bilang. Lo jangan deketin cowok mana pun! Cowok yg boleh ngedeketin lo itu cuma gue (Nama..)! Gue!" Bentak pria ini. Ya! Dia selalu membentak gadis ini jika gadis ini dekat dengan pria lain selain dia. "Dengerin penjelasan gue dulu baal! Gue deket sama Alwan cuma sebatas teman kelompok! Gk lebih!" Mata gadis ini mulai memanas. Sampai kapan ia akan berhenti melarangnya untuk berdekatan dengan pria lain? Sampai kapan? Batinya berteriak. "Bener sebatas teman kelompok? Gue gk yakin! Kalau sebatas teman kelompok kenapa tadi lo pegangan tangan gitu? Hmm.." bentaknya lagi. Ga

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido