BRITT FAMILY

BRITT FAMILY

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 6, 2020
Ini adalah keseharian ku dimana aku bisa bersama nya setelah melewati perjuangan yang sangat-sangat sulit. Melewati masa pacaran hanya 1 hari dan menikah di besok harinya, pernikahan ku dengan nya di anugrahi seorang putri yang sangat manis,cantik,juga pintar. Ingin tahu kisahku? Mari baca kisahku disini
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pernikahan Pertama, kemudian cinta [END]
  • TANGISAN TERAKHIR
  • Wedding contract(Hunzy LoveStory)
  • Embun Pagi
  • Married with a Gay ✔
  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • Membumi(Tamat)
  • Derai Kelam  || MiTzu  [END]
  • I'm fine [Completed] ✓
  • ANDAI AKU BISA

❗️[This story is Not mine!]❗️ Dia adalah seorang perawan tua dengan status biasa-biasa saja. Dia masih muda dan berkuasa, mencapai status sebagai pejabat tinggi di River City hanya dalam kurun waktu beberapa tahun. Dia memiliki cinta yang mendalam, namun karena tidak mampu bertahan menghadapi kenyataan hidup yang keras, dia pergi. Dia juga pernah mencintai seseorang sebelumnya, namun karena dikhianati oleh kekasih dan temannya, dia menunda pernikahannya. Setelah bertukar pandang secara kebetulan dengannya, dia salah mengira bahwa dia adalah teman kencannya, dan tanpa menanyakan pertanyaan lain, dia langsung bertanya kepadanya: "Apakah Anda ingin ikut dengan saya untuk mendapatkan kartu (buku nikah)?" Dia mengenali wanita ini, dan memeluknya dengan perasaan yang bukan cinta atau benci, kesenangan menggantikan keterkejutan, dia mengangguk: "Saya bebas di sore hari!" Sesuai dengan urusan pernikahan, dia menawarkan kesepakatan kepadanya, dengan tenang menyatakan: Dia akan setuju untuk menggulung sprei seminggu sekali! Dengan tenang ia mengangkat alis, mulutnya setengah tersenyum, dan dengan flamboyan menandatangani namanya. Jadi karena kesepakatan ini... "Istriku, ini sudah malam, ayo kita beristirahat," kata sang pria. Wanita itu menatap matanya, mengangguk, dan mematikan lampu di samping tempat tidur. Dalam kegelapan, sepasang tangan besar meraba-raba pakaiannya, membelai kulitnya yang halus seperti kain satin. Itu adalah malam yang indah. Keesokan paginya, wanita yang penuh dengan pinggang yang sakit dan kesedihan, keluar dari ruang belajar dengan mata terbuka lebar, dengan marah berkata: "Su Yicheng, kamu pejabat yang licik!" Perjanjian itu berbunyi: menikah, istirahat seminggu sekali! Cinta setelah menikah, hangat dan manja. Note : Ada beberapa Bab yang dijadikan satu ••• 📍先婚厚爱, Marriage First - True Love Later © Author : Mo Ying

More details
WpActionLinkContent Guidelines