PELITA [END]

PELITA [END]

  • WpView
    LECTURAS 1,347
  • WpVote
    Votos 168
  • WpPart
    Partes 32
WpMetadataReadConcluida jue, dic 31, 2020
PART MASIH LENGKAP! Kehidupan Pelita tak semudah yang orang lain bayangkan. Pelita hidup bersama orang tua yang hanya memperlakukannya seolah seperti budak. Kasih sayang yang selama ini dia inginkan, hanyalah sebuah impian. Entah kapan hal itu dapat menjadi kenyataan. Pelita tak tahu. Namun setidaknya, dia bersyukur. Orang tuanya masih lengkap. Bukankah banyak anak di luar sana yang kehilangan orang tuanya? Pelita adalah lampu. Dan dia akan tetap berusaha menyinari kehidupan, meskipun dunia hanya memanfaatkannya saja. Acap kali, Pelita merasa iri. Mengapa dari sekian banyak anak, harus dirinya yang mengalami derita? Lantas, kapan-kah sang waktu akan membuatnya bahagia? Akankah hari itu ada? Ah, Pelita terlupa. Bukankah ada seseorang yang selalu membuatnya bahagia? Seseorang yang bersinar seperti dirinya, Bintang. Lalu, dapatkah Bintang selalu membahagiakannya? - Start : 7 Desember 2020 - 31 Desember 2020 Berani plagiat, siap-siap ketemu di akhirat. Uhuy!
Todos los derechos reservados
#5
maratonteenlitae
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Gone(✔)🔚
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Aku Harus Sukses! [End]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • SHILA [END]
  • Ableps-ia ✔
  • LANGIT (On Going)
  • INDIGO LOVE
  • GITA OLIVIA [END]✅

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido