Yes Kawin

Yes Kawin

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 30, 2022
{Utamakan baca Al-Qur'an sebelum baca cerita} [Hanya cerita khayalan] Mohon bijak dalam membacanya. ~~~~~~~~ "yess..! akhirnya gue kawin" ZAIVA FURROTA gadis yang memimpikan sebuah pernikahan di usia nya yang baru menginjak 17 tahun. gara-gara novel yang selalu ia baca, iva terobsesi akan pernikahan. impian itu tercapai saat sang emak memberitahu bahwa dia akan segera menikah. tanpa bertanya seperti apa laki-laki yang akan menjadi suaminya itu, iva langsung mengiyakan saja. namun,, apakah kehidupan nya akan seperti novel-novel yang telah di bacanya? ntahlah.. karena kenyataan tak seperti khayalan. [Hanya cerita kurang jelas dari orang yang suka mengkhayal,,] Suka..? Baca. Gak suka? Lewat aja. Tapi kalo baca jangan pelit jempol. Hargai karya orang.
All Rights Reserved
#124
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf, Cakra!
  • Aku Bukan Simpanan (Lengkap)
  • Bronies (Berondong Manies)
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • Stuck in Love
  • Love Starlight
  • Jangan Sentuh Saya, Dokter! [FULL CHAPTER]
  • Gus Halalku
  • Finding a Soulmate

🐥Please vote setelah membaca🐥 "Mungkin bagimu pernikahan kita tidak ada artinya, Tapi bagiku pernikahan ini sangat berharga, meskipun didasari oleh perjodohan dan tidak ada cinta didalamnya." lirih Cakra Zalendra menatap istrinya lekat "Jadi mau kamu apa? Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah, didalam hatiku ada seseorang yang ku inginkan untuk jadi suamiku dan itu bukan kamu." kata Nafisa Zavira tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya "Aku tidak menginginkan sesuatu yang berat. belajarlah mencintaiku, Jadilah istri yang baik untukku, kamu pikir aku mencintaimu? Tidak sama sekali, tapi aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas" sang suami menunduk, bulir air mata lolos begitu saja melewati pipi "Menurutmu itu adalah hal yang mudah, bagiku sangat sulit, Aku akan tetap melaksanakan tugasku sebagai istri, tapi aku tidak yakin untuk mencintaimu." Nafisa mengelus pipi suaminya. diseka air mata itu "Ya. setidaknya kau masih mau menerima pernikahan ini." Cakra tersenyum "Setidaknya untuk saat ini." Nafisa menatap wajah sang suami lekat. Cakra mengangguk Bagaimana kelanjutan kisah perjodohan Cakra dan Nafisa? Apakah akan ada cinta yang hadir di hati Nafisa untuk suaminya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines