Jiwa yang Sepi

Jiwa yang Sepi

  • WpView
    LECTURES 449
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Chapitres 24
WpMetadataReadTerminé jeu., janv. 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Jiwa adalah pribadi yang sederhana, berparas cantik, dan menggoda. Mungkin sebab itu mantan kekasihnya mau dengan Jiwa. Namun, karena mantannya pula dia perlu mengubah beberapa sifat kesederhanaannya menjadi sedikit emosional. Ditambah lagi dengan kedatangan seseorang yang membuatnya semakin kesal, yang mulai mengusik sifat kesederhanaanya. Sedari awal Jiwa memang tidak segan dengan sifat Aji, terlebih karena kejadian di kantin itu benar-benar mengubah hidupnya. Kini hidup dia sudah berubah karena mantan kekasihnya, didukung munculnya setan berupa manusia. Jiwa benar-benar perlu mencari jiwanya. Kembali menemukan sesuatu yang bahagia, meski memang dari awal dia tidak pernah bahagia. Tetapi, dia tetap perlu mencobanya. Disclaimer: Semua kesamaan, baik nama tokoh atau akun sosial media fiktif yang ada di dalam cerita ini, semuanya hanya karangan dan tidak ada unsur kesengajaan. Nb: Update setiap Minggu, Senin, dan Kamis.
Tous Droits Réservés
#235
pertemanan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Inside You
  • Raditya Dika Is Me
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • Jiwa & Jani
  • GUE CANTIK, LO MAU APA?! (End)
  • Love My Enemy
  • Damira (END)
  • Technology
  • Sastra dan Angka ( END )
  • Sour Seventeen

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu