To Be Okay

To Be Okay

  • WpView
    Reads 445
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 17, 2021
Ini tentang Sasha, gadis yang hampir bisa dikatakan sempurna, dan lukanya. Bagaimana gadis itu dipaksa untuk mengatasi semua luka tanpa ada bantuan dari kedua Ayah dan Bundanya. Seharusnya mereka juga tau, bahwa gadis itu juga kehilangan, bahwa dia juga merasa sakit atas rasa bersalahnya, bisakah cukup dunia yang menyalahkannya? Namun, Sasha cukup bersyukur, masih ada seseorang yang bisa menjadi sandaran, mengerti sepenuhnya tentangnya, setidaknya ada satu alasan untuk menjadi kuat, untuk menjadi tegar, dan ada satu harapan agar semua bisa kembali menjadi baik-baik saja. * * * Tertarik? Baca- Ehh, jangan lupa follow- Suka? Jangan lupa vote nya yaa- Ga suka? Kasih tau caranya bikin kamu suka- * * * Start - 8 Desember 2020 ( publish prolog ) Finish-
All Rights Reserved
#9
boyfriendmaterial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • ALFAZURA[SUDAH TERBIT]
  • RAPUH : BROKEN HOME [END]✔
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Sweet Nothing
  • MISELLA
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Remaja dan Lukanya [END]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines