Syahdu Mahabba

Syahdu Mahabba

  • WpView
    Reads 33,347
  • WpVote
    Votes 3,641
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 3, 2023
Abbas Musa Al-Akbar, lelaki tampan dan muallaf pada umurnya ke- 7 tahun. Hobinya mabuk-mabukan, tetapi tak pernah meninggalkan sembahyang. Ia tahu, khamar itu haram, namun tetap terus di lakukan. Sangat kaku, hidupnya di penuhi dengan kesibukan. Tidak ada yang lebih indah jika melihatnya tertawa, namun sayangnya ia tak pernah memperlihatkan itu. Sikap pemarah yang selalu berlebihan, membuat orang-orang di sekitarnya enggan mencari masalah. Terlahir tampan dan cerdas, membuat dia di segani. Kalian akan memahami jati diri Abbas, jika kalian mampu mengenalnya lebih jauh. •Cerita ini berhasil mencapai RANK 1 di tagar #Islamistory : pada tahun 2020 (Lambat update, di karenakan penulis mempunyai kesibukan lain)
All Rights Reserved
#49
islamistory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ta'aruf, Yuk! [SUDAH TERBIT]
  • AKRESHA (SUDAH TERBIT)
  • Istri Sampai Surga
  • Damaiku Bersama ISLAM (END)
  • Disatukan Oleh Perjodohan [END]
  • Adiba | Selesai
  • About Time [SUDAH TERBIT]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • You're My Alhamdulillah
  • Antara Hati & Logika

09/05/20 [Info pemesanan hubungi instagram: @liezerpublisher_] "Kakak udah punya pacar belum?" "Belum." "Pacaran, yuk?" "Saya tidak mau pacaran. Saya maunya ta'aruf." "Ya, udah. Ta'aruf, yuk!" Tentang seorang gadis bar-bar kekinian yang bernama Afifah Khansa. Ia pindah ke sekolah baru dan terobsesi untuk bisa berta'aruf dengan pria cuek bernama Adam Fauzi Ramadhan selaku ketua Rohis dan saleh abis. Ketika cinta bersemi di hati Afifah, sebuah insiden dan serangkaian masalah terjadi. Rahasia hidupnya perlahan terkuak. Dalam titik terendahnya itu, akankah Afifah memilih menyerah pada takdir-Nya? "Berhijrahlah karena Allah. Bukan karena saya atau pun orang lain. Semoga kamu selalu ber-istiqomah." -Adam Fauzi Ramadhan. ❗BEBERAPA CHAPTER DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN ❗ ©Putriany R.

More details
WpActionLinkContent Guidelines