Story cover for 00:00 by raravikaa
00:00
  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Dec 07, 2020
Keringat dingin terus mengucur, hujan tak kunjung berhenti, bahkan sekarang disertai petir dan gluduk yang seakan akan tertawa akan penderitaan Tata yang akan datang sebentar lagi. 

Tata merutuki diri nya sendiri, ia berjanji tidak akan mengulangi hal yang bodoh lagi.

Tiba-tiba saja dosen di depan Tata meletakkan map kuning tersebut di atas meja berlapis kaca itu dengan kasar, yang berhasil membuat Tata mendongakkan kepalanya. 

"Boleh saya injak jurnal kamu?" Ucap laki laki tampan, namun sadis di depan Tata. 

Tata menggenggam tangannya dengan kuat, sembari melihat papan nama yang berdiri gagah di atas meja tersebut, dengan map kuning, yang kertas didalamnya sudah keluar dari tempatnya dengan mengenaskan. 

"Arjuna Mahendra, dasar dosen sialan" batin Tata
All Rights Reserved
Sign up to add 00:00 to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED] by reremi_
52 parts Complete
[COMPLETED] Setelah kepergian Gladys, Juna melanjutkan kuliahnya di Prancis. Dia berhasil mendapatkan gelar S1 nya. Dan sekarang dia balik ke Indonesia untuk merintis karirnya yang menjadi dokter. Namun, di sela-sela kesibukannya menjadi dokter. Juna melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2. Iya dia juga lulus S2 dengan nilai terbaik. Tapi dia kini tidak menjadi dokter, namun dia menjadi dosen di salah satu Universitas ternama di Indonesia. Sifat Juna yang dulu dan sekarang berbeda setelah dia memasuki jenjang pendidikan S2. Juna yang sekarang lebih ke cuek, bodoamat, tegas, dan juga disipilin. Ditambah lagi Juna adalah dosen muda di kampus, sehingga banyak mahasiswi yang klepek-klepek sama dirinya. ______________________ "Pagi semua," ucap Juna saat memasuki ruang kelas. "PAGI PAK," jawab kompak seisi kelas. "Kali ini saya akan membagikan tugas ke kalian, dan minggu depan di kumpulkan di meja saya sebelum saya datang!" "Lha kita gak tau kapan bapak datang?" Ucap Riski selaku koordinator kelasnya. "Cari tau, atau nilai kalian semua bapak kurangi!" Jawabnya. Semua mahasiswa dan mahasiswi mengeluh. Ada yang bisik-bisik tetangga atas dosennya yang killer bagi mereka. Namun pada saat Juna menghadap ke papan tulis untuk menuliskan tugas darinya, ada mahasisiwi yang masuk secara diam-diam. Tetapi insting Juna terlalu kuat, sehingga Juna mengetahuinya. "Diam ditempat!" Ucap Juna. Dan langkah kaki mahasiswi tersebut berhenti dan memejamkan matanya lalu menghadap ke dosennya. "Mau maling isi kelas?" Tanya Juna. Mahasiswi itu pun langsung menggelengkan kepalanya. "Lalu?" "Telat pak!" "Kamu keluar dari kelas saya dan selesai jam mata kuliah kamu, kamu temui saya di ruangan saya!" Ucap Juna. Mahasiswi tersebut membuang nafas beratnya lalu pergi meninggalkan kelasnya. ----------------•••••••••••••••------------------ 🥇 #10 in UNIVERSITAS 🥇 #8 in DOSEN 🥇 #1 in KILLER 🥇 #1 in TEENFICTIONINDONESIA 🥇 #1 in HANDSOM
You may also like
Slide 1 of 10
My Lecturer Is My Roommate cover
Di Antara Akar dan Langit cover
Nino is Nana | Jungwoo ✔ cover
PESAN UNTUK RAYAN cover
Baby's Ex-Mafia cover
Skripsi Pengantar Cinta  [TERBIT] ✓ cover
ELGA cover
99 Days with Pak Dosen [END] cover
Why you Comeback cover
MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED] cover

My Lecturer Is My Roommate

19 parts Ongoing

Tidak ada pilihan lain bagi Kiara Zefanya selain harus menjalani hidup satu atap dengan seorang laki-laki yang tegas, berwibawa, gila kebersihan dan takut dengan segala sesuatu hal berbau horor. Dia adalah Arfan, yang tak lain adalah dosen baru di kampusnya. Arfan juga tidak pernah berpikir untuk berbagi rumah dengan seorang gadis asing seperti Kiara. Tapi takdir seolah menginginkan keduanya untuk bertemu. "Jangan sentuh barang-barang di rumah ini atau kamu keluar dari sini sekarang juga!" "Temen saya setan semua loh pak, Bapak mau saya undang mereka semua ke sini?" "Saya nggak takut, Saya lebih takut lihat kamu berkeliaran di sini!" "Bapak serius? saya undang mereka nih." "PERGI DARI RUMAH SAYA SEKARANG!" "Nggak mau!" "Maunya apa kamu, hah?" "Jadi ibu dari anak-anak bapak."