LUNARA STORY

LUNARA STORY

  • WpView
    Reads 448
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Memiliki keluarga yang utuh mungkin adalah keinginan setiap anak. Tetapi tidak bagi Luna. Baginya kehadiran orangtua tidak berarti apa-apa, karena ia masih bisa hidup tanpa kedua orangtuanya. Hanya bersama Bu Patmi dan anak-anak panti lain, ia sudah merasa bahagia. Tapi sepertinya Tuhan memberikan kesempatan pada Luna untuk bertemu Ibu kandungnya. Akankah pertemuan dengan ibunya bisa menjadi sumber kebahagian baru bagi Luna? Atau malah menjadi malapetaka dirinya nanti? --- "Kenyataan yang akan menjadi boomerang tersendiri."--- Note: cerita ini akan kami selesaikan secara bertahap, mohon maaf bila ada keterlambatan. -Avecaelira Zeline Zakeyra -Ira Jahara
All Rights Reserved
#16
matirasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Little Princess [END]
  • DAMARA βœ“
  • GRIZLEN {On Going}
  • π‘¨π’Œπ’”π’‚π’“π’‚ π‘«π’Š π‘³π’‚π’π’ˆπ’Šπ’• 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Rain of Lies (End)
  • PROMISE CH2 (END)
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • 6 CAHAYA KEHIDUPAN

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines