Serpihan Puisi

Serpihan Puisi

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 8, 2020
"Menjadi warna dalam hidupmu, bukan hal mudah bagiku" Perihal ucapan yang belum terucap dulu, perihal pertemuan sepintas yang tidak menentu. Kita ibarat ingin meraih dan melukiskan warna-warna indah seperti pelangi. Namun, lama-kelamaan warna itu semakin melebur bersama serpihan ceritanya. Meski sosokmu begitu anggun nan indah lalu hilang begitu saja, aku tetap menyukai dan mengenangmu selalu. Disini didalam lubuk hatiku yang paling dalam. Terimakasih atas warna yang indah itu. Aku berharap aku melihat mu lagi dalam tulisan ini maupun pada serpihan ruang dan waktu. Tertanda -Nn
All Rights Reserved
#23
serpihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In The Sunrise
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • DEARWA [END]
  • Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT)
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • flashback~
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Senja merindu fajar

"Aku boleh minta sesuatu?" "Apa?" "Katakan bahwa kau mencintaiku!" "Tidak akan" "Kenapa? Apakah aku yang selama ini salah menilai bahwa kau mencintaiku?" "Penilaianmu tidaklah salah, aku hanya tidak ingin mengucapkannya. Aku ingin kau bisa merasakan itu semua melalui tindakan, bukan dengan ucapan yang sewaktu-waktu akan berubah dimasa depan" Kamu. Satu hal yang sudah sangat melekat dalam hidupku. Dan akan terus menjadi seperti itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines