Serpihan Puisi

Serpihan Puisi

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 8, 2020
"Menjadi warna dalam hidupmu, bukan hal mudah bagiku" Perihal ucapan yang belum terucap dulu, perihal pertemuan sepintas yang tidak menentu. Kita ibarat ingin meraih dan melukiskan warna-warna indah seperti pelangi. Namun, lama-kelamaan warna itu semakin melebur bersama serpihan ceritanya. Meski sosokmu begitu anggun nan indah lalu hilang begitu saja, aku tetap menyukai dan mengenangmu selalu. Disini didalam lubuk hatiku yang paling dalam. Terimakasih atas warna yang indah itu. Aku berharap aku melihat mu lagi dalam tulisan ini maupun pada serpihan ruang dan waktu. Tertanda -Nn
All Rights Reserved
#195
menulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Aku Kamu Dan Dia
  • You're Here, But Not For Me
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • DEARWA [END]
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Titik Yang Benar
  • In The Sunrise
  • STAR'SMOON

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines