Story cover for PENDEK by rupalangit
PENDEK
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Dec 08, 2020
Aturan di posko KKN mereka seharusnya adalah hal normal, tidak boleh membuat kotor rumah. Hal yang tidak normal justru akibat yang harus mereka tanggung atas pelanggaran aturan lain yang tidak mereka ketahui.




PENDEK oleh rupalangit
© 2020
Cover by Canva
All Rights Reserved
Sign up to add PENDEK to your library and receive updates
or
#177university
Content Guidelines
You may also like
KKN: Kutukan Kampung Neraka by moon_wen1
9 parts Ongoing
Ketika 13 mahasiswa dari Universitas Nusantara Jaya Yogyakarta dikirim untuk KKN di Desa Rembulan, mereka mengira ini hanya akan menjadi program biasa membangun jembatan, mengajar anak-anak desa, dan menikmati suasana pedesaan. Namun, sejak awal, ada yang terasa salah. ⚠️ Jalan menuju desa terasa lebih panjang dari seharusnya. ⚠️ Tidak ada sinyal. Bahkan jam tangan mereka seakan melambat di malam hari. ⚠️ Warga desa ramah... tapi seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Pada malam pertama, mereka mulai mendengar suara-suara aneh gumaman yang tidak mereka mengerti, suara tangisan di luar rumah, dan langkah kaki yang berjalan di sekitar tempat tinggal mereka. Jendra yang dikenal paling santai tiba-tiba sering mengigau. Tama, si paling kalem, mulai memperingatkan mereka untuk tidak keluar rumah setelah matahari terbenam Semakin mereka mencari jawaban, semakin banyak rahasia yang terungkap... termasuk fakta bahwa mereka bukan kelompok KKN pertama yang datang ke sini. Lalu, Sagara, sang ketua kelompok, menemukan sesuatu yang membuatnya merinding. Tidak ada catatan kelompok KKN sebelumnya yang pernah pulang dari sini. Mereka berpikir ini hanya mitos, sampai suatu malam Dipa melihat sesuatu yang tidak seharusnya ada bayangan hitam berjongkok di sudut rumah, matanya merah, tersenyum lebar, dan berbisik "Kalian sudah terlalu jauh masuk... dan tidak ada jalan keluar." Kengerian terus meningkat saat mereka sadar desa ini tidak pernah benar-benar ada di peta. Penduduknya... mungkin juga bukan manusia. Dan mereka mungkin sudah berada di tempat yang tidak akan pernah membiarkan mereka pulang. Siapa yang mengawasi mereka di malam hari? Dan kenapa ada kamar di rumah mereka yang dilarang dibuka? Namun, satu pertanyaan yang paling penting adalah bisakah mereka semua pulang dengan selamat?
You may also like
Slide 1 of 9
attention | 00 line cover
KUTUKAN DESA SIWALAN cover
KKN ZERO UNIVERSITY  cover
KKN Pengabdi Setan || MewGulf (End)  cover
ZOMBIENESIA Book 1 - KKN di Desa Zombie cover
A Rule cover
Urban Misteri POCONG cover
KKN: Kutukan Kampung Neraka cover
KKN DI DESA PENARI (Versi Widya) cover

attention | 00 line

6 parts Ongoing

"I'm only human," 🍂 Rumah seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk pulang, Rumah seharusnya menjadi tempat peristirahatan untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas, Rumah seharusnya menjadi tempat berkumpulnya anggota keluarga yang harus berpisah karena kesibukan, Rumah seharusnya diisi dengan canda-tawa dari sang pemiliknya, Rumah selalu memancarkan aura milik tuannya, Lalu, bagaimana jika rumah hanya sekedar dijadikan sebagai tempat berteduh dari guyuran hujan bahkan teriknya sang mentari? 🍂 Cerita ini akan membawa kita ikut ke dalam arus dan terombang-ambing bersama sekelompok pemuda remaja akhir yang sedang berjuang untuk dapat terlepas dari jeratan jala 🍂 WARNING: Mengandung umpatan yang tidak boleh dicontoh, apalagi adegan kekerasan