Love Come Lately

Love Come Lately

  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 8, 2020
Nadia adalah orang yang tak mempercayai apa itu cinta. Menurutnya, cinta adalah sesuatu yang munafik dan penuh dengan tipu muslihat. Tidak akan ada kata 'cinta' dalam hidupnya dan jikapun itu ada, baginya itu sebatas permainan hati dan dia tak merasa perlu melibatkan emosi didalamnya, sampai ia bertemu dengan Samuel Argata, teman satu kelasnya yang terkenal akan kepintarannya . Apakah Nadia tetap bersikukuh dengan pemikirannya ataukan ia mulai berpendapat lain tentang cinta?
Todos los derechos reservados
#5
terlambatjatuhcinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Shera, Love Algorithm
  • Langit dan Cahayanya
  • Real love
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • INSECURE (On Going)
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido