You and Secret

You and Secret

  • WpView
    Reads 424
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 27, 2021
"Cuek? Keras kepala? Iya?" aku tersenyum sinis. "Nyadar dong!" "Gue mohon jangan kayak gini". "Setelah semua yang terjadi, kamu berharap aku gimana?" "Gue.." "Pergi!" "Gue gak akan berhenti sampek disini, gue akan berjuang, gue janji". "Aku mau kamu berhenti dan biarin aku bahagia dengan caraku sendiri". Aku gak tau siapa yang bakal menyembuhkan luka ku, dan aku harap itu bukan kamu. Tapi aku gak bisa bayangin jika orang lain yang melakukannya. Aku hanya bisa menunggu saat semuanya menjadi membaik. Tapi, apa bisa? Welcome to my wattpad's story Happy reading and enjoy the story
All Rights Reserved
#506
tekateki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Breathe
  • Dua Sisi
  • Broken melodies
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines