AJILARA (SELESAI)

AJILARA (SELESAI)

  • WpView
    Reads 39,285
  • WpVote
    Votes 2,160
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 7, 2021
"Lo ngapain nembak gue?!" "Gak tau" "DASAR ORANG GILA!!" Pernah gak sih ngerasain rasa suka sama seseorang tapi kata hati lo lebih ngedorong lo buat nembak orang yang sama sekali gak pernah lo pikirin buat jadiin dia pacar? Itulah yang dirasakan Ajil Elvan Syahreza sekarang. Ajil yang seorang kapten basket di SMA Garuda dengan tiba tiba menyatakan keinginannya untuk menjadikan Lara Andala sebagai pacarnya. Padahal sebelumnya Ajil gak pernah yang namanya ada pikiran buat jadian sama Lara. Sebenarnya apa sih yang membuat Ajil nembak Lara? Sebelumnya Ajil suka sama siapa sih? Dan, Lara kira kira mau gak ya sama Ajil? ( sequel of 'dreams' )
All Rights Reserved
#316
adekkelas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • Cause Dare I Got Boyfriend
  • Garis Interaksi
  • ANGKASADARA 2 [SUDAH TERBIT]
  • Aksa-Dara [SELESAI]
  • I Get You
  • Dilema [COMPLETED]
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • SYAKIRA how are you?

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines