HADIR KEMBALI ( HYEYOON )

HADIR KEMBALI ( HYEYOON )

  • WpView
    Reads 19,323
  • WpVote
    Votes 1,605
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 18, 2021
Mataku membesar membaca nama itu, kaleng beer ditanganku terlepas dan terjatuh ke meja, membasahi lembaran kertas yang sedang aku baca. Jantungku bergemuruh sangat kencang dan tubuhku mendadak merinding. Dadaku terasa sesak dan aku sulit bernafas. Dengan cepat aku menutup map itu dan berlari menuju beranda, membuka pintu kaca dan mencoba menghirup udara sebanyak - banyaknya. Tubuhku gemetar, kakiku kehilangan tenaga membuat tubuhku merosot dan terduduk dilantai. Aku menekan dadaku kuat, sangat sakit, setelah bertahun - tahun aku kembali merasakan sakit yang sangat menyiksa ini. Air mataku mengalir. Kenapa? Kenapa dari jutaan manusia di kota ini? Kenapa?
All Rights Reserved
#129
hyeyoon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [COMPLETED] 7 Days
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Take A Break
  • My Little Monster - Completed
  • Our Journey To Love
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Nathalia
  • STRONG MOM End ( Chasoo & Hunsoo )
  • Dreams Come True [END]

Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari kamu membuka mata dan menemukan dirimu berada di sebuah tempat asing tanpa satupun memori tersisa dalam ingatanmu? --- "Huh?!" Aku membuka kedua mataku ketika suara dentuman besar terdengar berdebam di kepalaku. Kedua bola mataku bergerak mengamati apa yang ada di sekitarku- sebuah rasa tak biasa kurasakan menelusup dalam benak. Sebuah perasaan asing. Namun pikiranku terasa begitu ringan-tak ada satupun yang melintas dalam kepalaku selain tiga hal tadi; jalanan malam, seorang wanita, dan sebuah ledakan besar. "Ugh-" Aku memaksakan diri terbangun dan sekujur badanku terasa sakit. Kuangkat kedua telapak tanganku yang berbalut perban. "Jalanan-gue kecelakaan kah?" Kuperhatikan sekitar dan aku tak sengaja menoleh ke sisi kananku. Jantungku seperti berhenti berdegup ketika kusadari bahwa aku tak sendiri di atas tempat tidur-seorang bayi lelaki berbaring di sebelah dan menatapku dengan kedua matanya yang membulat sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines